Sabtu, 07 April 2012

Hibah Pengabdian IbPE

(yang tertarik silahkan kontak saya - mari kita realisasikan bersama)

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) merupakan jelmaan dari semula Vucer Multi Tahun (VMT) yang dirumuskan dan dilaksanakan sejak tahun 1997-1998. VMT dilaksanakan sebagai tanggung jawab PT atas resesi ekonomi yang dialami Indonesia pada saat itu. Demikian pula ketidaksiapan pengusaha mikro atau kecil untuk berkembang dan mengadopsi teknologi baru menjadi alasan lain direalisasikannya VMT. Transformasi VMT menjadi IbPE menjadi konsekuensi logis dihapuskannya program Vucer dari program pengabdian kepada masyarakat DP2M.

Program IbPE merupakan satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi, berlangsung selama 3 (tiga) tahun. Persoalan yang ditangani meliputi seluruh aspek bisnis UKM sejak bahan baku sampai ke pemasaran produk. Demikian juga persoalan produksi dan manajemen perusahaan, menjadi bidang garapan wajib IbPE. UKM mitra yang dipilih harus mampu meng­hasilkan produk atau komoditas yang berpeluang ekspor atau minimal dijual antar pulau. Dengan demikian pemilihan mitra UKM dan kualifikasi para peserta harus lebih selektif.

Pengusul program harus memahami bahwa 1) UKM mitra berdiri sejajar dengan PT; 2) UKM mitra bukan usaha yang baru tumbuh tetapi yang telah berjalan lancar; 3) Produk yang dihasilkan juga bukan produk yang sama sekali baru; dan 4) UKM mitra membutuhkan bantuan penerapan sains, teknologi dari PT.

Misi program IbPE adalah meletakkan UKM pada posisi sains, teknologi dan ekonomi yang lebih tinggi dan kokoh. Sedangkan tujuan program IbUM adalah untuk: 1) Memacu pertumbuhan ekspor produk Indonesia melalui pertumbuhan pasar yang kompetitif; 2) Meningkatkan pengembangan UKM dalam merebut peluang ekspor melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran; 3) Mempercepat alih teknologi dan manajemen PT ke masyarakat industri; 4) Mengembangkan proses link & match antara PT, industri, Pemda, dan masyarakat luas.

Luaran program yang diharapkan adalah: 1) meningkatnya nilai aset UKM, 2) terjalinnya kerjasama antara PT dan UKM, 3) bertambahnya jumlah dan mutu produk yang dipasarkan; 4) meningkatnya imbalan jasa bagi semua yang terlibat, 5) meningkatnya jumlah tenaga kerja UKM.

Pendanaan Program IbPE berasal dari minimal 2 (dua) sumber, yaitu: 1) DIPA DP2M dan 2) UKM. Komposisi kedua sumber dana adalah flat selama 3 (tiga) tahun, yaitu masing-masing Rp 100 juta,- DIPA DP2M dan Rp 25 juta,- dana UKM. Sumber dana lain misalnya dari Pemerintah Daerah, Lembaga Pemerintah lainnya atau Lembaga Swasta dimungkinkan untuk dijadikan penyerta. Tahap pencairan dana DIPA DP2M adalah sebagai berikut Tahap I 70% dan Tahap II 30% yang dibayarkan setelah Laporan Akhir/Tahunan diterima DP2M tepat waktu. Biaya dari DP2M sudah diperhitungkan termasuk kewajiban yang berkenaan dengan komponen pajak yang harus dibayarkan dan penyusunan artikel untuk publikasi/jurnal/majalah internasional setiap tahunnya.

Usulan IbPE harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Usulan ditulis lengkap sesuai format yang ditentukan DP2M. Usulan yang lolos seleksi tahap 1 akan diundang untuk presentasi dan akan dikunjungi ke lapangan (site visit) apabila dinilai sebagai usulan yang prospektif. Setelah kunjungan lapangan, usulan yang baik, disarankan untuk didanai.

Hibah Pengabdian IbIKK

(yang tertarik silahkan kontak saya - mari kita realisasikan bersama)

Program Ipteks bagi Bisnis Kampus (IbIKK) adalah manifestasi pengembangan Program Unit Usaha Jasa dan Industri (u-UJI). Pada saat dirumuskan dan selanjutnya direalisasikan tahun 2000-2001, u-UJI terbatas pada aspek bisnis semata. Di lain pihak, tuntutan masyarakat akan terbentuknya wirsausaha-wirsausaha baru dari kampus secara intens mendorong pihak DP2M untuk menyempurnakan program u-UJI. Dalam hal ini, dilakukan perluasan fungsi u-UJI. Jika pada saat awal pembentukannya, u-UJI difungsikan sebagai unit profit, maka sejak tahun 2009 dengan nama barunya IbIKK, unit ini diperluas dengan fungsi yang relevan, yaitu membantu menciptakan wirausaha-wirausaha baru dari masyarakat kampus dan menjadi infrastruktur penting program Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK).

Dalam era knowledge based economy dan mendukung upaya pengembangan otonomi perguruan tinggi menjadi Badan Hukum Milik Negara ataupun Badan Hukum Pendidikan (BHP), kemandirian perguruan tinggi, termasuk kemandirian dan penatakelolaan sumber­daya keuangan, perlu ditingkatkan. Berkaitan dengan hal itu, upaya pengembang­an budaya knowledge based economy perguruan tinggi perlu diberi akses dalam wujud mendirikan unit profit yang memanfaatkan hasil pendidikan maupun riset dosen. Dengan menyelenggarakan IbIKK, perguruan tinggi berpeluang memper­oleh pendapatan dan membantu menciptakan wirausaha baru. Hasil riset perguruan tinggi yang merupakan inovasi baru dan mempunyai nilai ekonomis serta mendapat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak cipta, paten, merupakan aset yang sangat berharga bagi pertumbuhan dan perkembangan IbIKK.

Program IbIKK diharapkan mampu mendorong perguruan tinggi dalam membangun akses yang menghasilkan produk jasa dan/atau teknologi hasil ciptaannya sendiri. Wujud IbIKK di perguruan tinggi dapat berupa badan usaha atau bermitra dengan industri lainnya dan dapat didirikan serta dikelola kelompok dosen sesuai dengan kompetensinya di level laboratorium, pilot plant, bengkel, jurusan/ departemen, fakultas/sekolah, UPT, pusat riset dan pengembangan atau lembaga lain yang berada di dalam perguruan tinggi tersebut. Sekali didirikan, IbIKK diharapkan terus berkelanjutan sehingga inisiatif awal perlu disusul dengan ketekunan berusaha dan kejelian menangkap peluang pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Misi program IbIKK adalah menciptakan science and technology park di lingkungan perguruan tinggi dalam kerangka mengembangluaskan budaya knowledge based economy.

Tujuan program IbIKK adalah: (a) mempercepat proses pengembangan budaya kewira­usahaan di perguruan tinggi, (b) membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru, (c) menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra, (d) memberikan kesempatan dan penga­lam­an kerja kepada mahasiswa, (e) mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset per­guruan tinggi bagi masyarakat dan (f) membina kerjasama dengan sektor swasta termasuk pihak industri dan sektor pemasaran.

Luaran program adalah (a) Unit profit di perguruan tinggi berbasis produk intelektual dosen, (b) produk jasa dan/atau barang komersial yang terjual dan menghasilkan pendapatan bagi per­guru­an tinggi, (c) Paten dan/atau (c) wirausaha-wirausaha baru berbasis ipteks. Luaran ini diharapkan dapat memberi dampak berkembang dan meluasnya budaya kewirausahaan dan pemanfaatan hasil riset maupun pendidikan di perguruan tinggi dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Di samping itu juga memberikan peluang (d) up-dating sains dan teknologi di perguruan tinggi.

Hasil program IbIKK wajib di diseminasikan dalam bentuk artikel ilmiah dan dipublikasikan melalui Jurnal/Majalah Internasional.

Pendanaan Program IbIKK bersumber dari DIPA DP2M Ditjen Dikti sebesar maksimum Rp. 100 (seratus) juta rupiah dan PT minimum sebesar Rp 25 (duapuluh lima) juta rupiah, flat selama 3 (tiga) tahun. Pencairan dana DIPA DP2M dilakukan melalui dua tahap; Tahap I 70% dan II 30%. Tahap II baru dicairkan jika Laporan Tahunan atau Laporan Akhir sudah diterima DP2M tepat waktu seperti tersebut dalam Kontrak Kerjasama.

Usulan IbIKK harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Usulan ditulis lengkap sesuai format yang ditentukan DP2M. Usulan yang lolos seleksi tahap 1 akan diundang untuk presentasi dan akan dikunjungi ke lapangan (site visit) apabila dinilai sebagai usulan yang prospektif. Setelah kunjungan lapangan, usulan yang baik, disarankan untuk didanai.

Hibah Pengabdian IbK

(yang tertarik silahkan kontak saya - mari kita realisasikan bersama)

Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK) merupakan program baru di DP2M Dikti yang dirumuskan pada tahun 2009. Pada prinsipnya program IbK mensubstitusi program sejenis sebelumnya, yaitu Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi (PBKPT), yang dirumuskan dan direalisasikan sejak tahun 1997. Program PBKPT yang dilaksanakan secara parsial tanpa adanya sinergi di antara setiap program (KWU, KKU, MKU, KBPK dan INWUB), menyebabkan tidak dapat mencapai misinya membentuk wirausaha baru dari kampus. Di samping itu, PT umumnya telah memiliki mata kuliah wajib atau pilihan Kewirausahaan dan Unit Penempatan Tenaga Kerja. Oleh karena itu, DP2M memandang perlu untuk merumuskan suatu program dengan misi yang sama, yaitu menghasilkan wirausaha-wirausaha baru dari kampus, namun melalui program terintegrasi dengan kreasi metode diserahkan sepenuhnya kepada penyelenggara IbK. IbK dikelola sejumlah staf dari berbagai disiplin ilmu dan melaksanakan sejumlah kegiatan kreatif untuk menghasilkan wira usaha baru yang mandiri. Dalam kegiatannya, IbK juga dapat berkolaborasi melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan pengembangan kewirausahaan.

Misi program IbK adalah memandu PT menyelenggarakan unit layanan kewirausahaan yang profesional, mandiri dan berkelanjutan, berwawasan knowledge based economy. Sedangkan tujuannya adalah (1) menciptakan wirausaha baru yang mandiri, (2) meningkatkan keterampilan manajemen usaha bagi masyarakat industri, (3) menciptakan metode pelatihan kewirausahaan yang cocok bagi mahasiswa PKMK/mahasiswa wirausaha. Mengingat bahwa IbK suatu saat harus mandiri dan operasionalnya berkelanjutan, maka IbK diberi akses seperti halnya unit profit.

Dalam upaya menciptakan wirausaha baru mandiri, program IbK dapat dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, menempatkan mahasiswa untuk melaksanakan magang pada perusahaan yang mapan dan memfasilitasi mahasiswa berwirausaha. Pelatihan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan, mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha, meningkatkan pemahaman manajemen (organisasi, produksi, keuangan dan pemasaran) dan membuat rencana bisnis atau studi kelayakan usaha. Kegiatan magang pada perusahaan dilaksanakan untuk memberikan pengalaman praktis kewirausahaan kepada mahasiswa dengan cara ikut bekerja sehari-hari pada perusahaan tersebut. Mahasiswa yang telah mulai berwirausaha dan mahasiswa PKMK, bisa menyempurnakan kegiatan kewirausahaan yang telah dilakukan sebelumnya, untuk meningkatkan usahanya. Unit layanan program IbK setiap tahun wajib membina 20 calon wirausaha yang seluruhnya adalah mahasiswa PKMK/mahasiswa yang merintis usaha baru. IbK diharapkan juga bersinergi dengan bidang kemahasiswaan perguruan tinggi untuk merekrut mahasiswa yang mendapatkan Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan dan peserta kegiatan kewirausahaan yang didanai Direktorat Kelembagaan Dikti sebagai tenant. Luaran kegiatan IbK adalah (1) wirausaha baru mandiri per tahun yang siap berkompetisi di masyarakat. (2) 80 % dari calon wirausaha tahun pertama menjadi wirausaha baru. Hasil program IbK wajib diseminasikan dalam bentuk artikel dan dipublikasikan melalui jurnal/majalah internasional.

Kegiatan IbK dapat dilaksanakan maksimum 3 (tiga) tahun berurutan. Setiap tahunnya IbK wajib mengelola sebanyak 20 tenant. Jika misalnya ada 5 (lima) orang tenant telah menjadi wirausaha pada tahun pertama, maka tahun kedua IbK wajib merekrut jumlah tenant yang sama, yaitu 5 (lima) orang. Demikian seterusnya sehingga 80% peserta awal menjadi wirausaha. Rencana kegiatan tahun pertama harus rinci, sedangkan tahun kedua dan ketiga boleh secara garis besarnya saja. Setiap tahun rencana harus dirinci dan dituangkan dalam laporan tahunan kegiatan, untuk dinilai kelayakan kelanjutannya. Dana yang disediakan Dikti adalah maksimum Rp 100.000.000,-, dan PT yang bersangkutan minimal Rp 20 juta (duapuluh juta rupiah), flat selama tiga tahun. Dana PT digunakan untuk membiayai kegiatan manajemen IbK. Dalam kegiatannya juga terbuka peluang bagi lembaga mitra lain untuk bekerjasama dan/atau membiayai kegiatan yang dilaksanakan. Dana kemitraan lain dapat berupa bantuan lembaga perbankan, non-bank, hibah dalam atau luar negeri. Pencairan dana dilakukan dalam 2 tahap; tahap I 70 % dan tahap II 30 %. Tahap kedua baru dapat dicairkan jika laporan akhir/laporan tahunan sudah diterima DP2M Ditjen Dikti tepat pada waktu seperti tersebut dalam Kontrak Kerja sama.

Usulan IbK harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Usulan ditulis lengkap sesuai format yang ditentukan DP2M. Usulan yang lolos seleksi tahap 1 akan diundang untuk presentasi dan akan dikunjungi ke lapangan (site visit) apabila dinilai sebagai usulan yang prospektif. Setelah kunjungan lapangan, usulan yang baik, disarankan untuk didanai.

Hibah Pengabdian IbW

(yang tertarik silahkan kontak saya - mari kita realisasikan bersama)

Program Ipteks bagi Wilayah (IbW) merupakan jelmaan perluasan Program Sinergi Pemberdayaan Potensi Masyarakat (SIBERMAS). SIBERMAS disusun, dirumus­kan dan disosialisasikan pada tahun 2000-2001, diterapkan sebagai jawaban PT atas diterbitkannya kebijakan pemerintah tentang Otonomi Daerah. Realisasi program ke masyarakat yang tidak bersinergi pada saat itu, men­dorong Ditjen Dikti untuk turut berperan aktif mensinergikan semua pihak terkait di dalamnya. Salah satu luaran utama SIBERMAS sampai tahun 2008 adalah tersusunnya Renstra Pemkab atau Pemkot mitra. Pada saat renstra tidak lagi menjadi kendala dalam penyusunannya, dan persoalan Pemkab/Pemkot tidak hanya terbatas pada social needs akan tetapi juga fisik kewilayahan, maka SIBERMAS dipandang perlu diperluas. Perluasan persoalan yang dapat ditangani mendorong pembentukan program IbW.

Program IbW juga dilatarbelakangi berbagai permasalahan yang eksis di masya­rakat, antara lain: (1) ketidakmapanan sebagian besar masyarakat ter­hadap pembangunan kehi­dupan pribadi, keluarga dan masya­rakat dalam era global­isasi; (2) Ipteks perguruan tinggi belum secara sengaja ditujukan bagi ke­sejahteraan masyarakat; (3) potensi masyarakat maupun sumber daya alam lingkungan­nya belum termanfaatkan dengan baik dan arif, serta 4) penata­kelola­an fisik kewilayahan yang belum proporsional dan profesio­nal.
Misi program IbW adalah untuk meningkatkan kemandirian, kenyamanan ke­hidup­an, sekaligus kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan aktif publik (inisiatif dan partisipatif), Pemkot/Pemkab (berbasis Rencana Pembangunan Jangka Menengah, RPJM) dan perguruan tinggi (kepakaran).
Tujuan program IbW adalah:
1) menciptakan kemandirian, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat me­lalui sinergi kepakaran masyarakat perguruan tinggi (PT), kemampu­an dan kebijakan Pemkot/Pemkab seperti tertuang dalam RPJM dan poten­si masyarakat.
2) Menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi Pemkab/Pemkot dan/ atau masyarakat serta secara langsung atau tidak langsung berpotensi mempengaruhi kenyamanan kehidupan masyarakat.
Sinergisme dalam IbW diwujudkan baik dalam pengintegrasian program maupun pendanaan.
Luaran program dapat berupa: 1) Jasa, 2) Metode, 3) Produk/Barang atau 4) Paten yang memberi dampak pada: (1) up-dating ipteks di masyarakat, (2) pertumbuhan ekonomi wilayah, (3) peningkatan atensi PT terhadap kawasan, (4) peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah, (5) peningkatan kegiatan pengembangan ilmu, teknologi dan seni di perguruan tinggi.
Hasil program IbW wajib di diseminasikan dalam bentuk artikel dan dipublikasikan melalui Jurnal/Majalah Internasional.

Pelaksanaan program IbW didukung pendanaan yang bersumber dari 2 (dua) pihak, yaitu: APBD Pemkot/Pemkab dan DIPA DP2M Ditjen DIKTI. Meng­ingat bahwa program IbW pada hakekatnya diposisikan sebagai pen­dukung realisasi RPJM secara maksimal, maka dana APBD disarankan lebih besar dibandingkan dana DIPA DP2M.

Program IbW terdiri dari berbagai kegiatan selama 3 (tiga) tahun yang pe­laksanaannya tidak perlu berturut-turut. atau dimulai pada tahun yang sama. Setiap kegiatan ditetapkan besaran biaya yang diperlukan dan di­distribusikan sesuai tahun pelaksanaannya. Alokasi dana DIPA DP2M setiap tahunnya ditetapkan maksi­mum sebesar Rp. 100 (seratus) juta rupiah, dan dana Pemerintah Daerah minimum Rp. 100 (seratus) juta rupiah. Pencairan dana DIPA DP2M dhlakukan melalui dua tahap; Tahap I 70% dan II 30%. Tahap II bart dicairkan jika Laporan Tahunan atau Laporan Akhir sudah diterima DP2M tepat waktu seperti tersebut dalam Kontrak Kerjasama.

Peluang juga terbuka bagi lembaga mitra lain untuk bekerjasama dan/atau membiayai kegiatan yang dilaksanakan. Dana kemitraan lain dapat berupa bantuan lembaga perbankan, non-bank, hibah dalam atau luar negeri.

Usulan IbW harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Usulan ditulis lengkap sesuai format yang ditentukan DP2M. Usulan yang lolos seleksi tahap 1 akan diundang untuk presentasi dan akan dikunjungi ke lapangan (site visit) apabila dinilai sebagai usulan yang prospektif.

Hibah Pengabdian IbM

(yang tertarik silahkan kontak saya - mari kita realisasikan bersama)

Ipteks bagi Masyarakat (IbM) merupakan salah satu program peng­abdian kepada masyarakat (ppm) yang dirumuskan dan dikembangkan DP2M Ditjen Dikti pada tahun 2009. Program IbM dibentuk melalui integrasi dua program ppm sebelumnya, yaitu penerapan Ipteks dan Vucer, yang masing-masingnya telah dilaksanakan sebelum tahun 1992 dan sejak 1994.

Sebagaimana telah diketahui bahwa program penerapan Ipteks difokuskan pada penerapan hasil-hasil Ipteks perguruan tinggi untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman ipteks masyarakat. Program ini dilaksanakan dalam bentuk pendidikan, pelatihan, dan pelayanan masyarakat, serta kaji tindak dari ipteks yang dihasilkan perguruan tinggi. Khalayak sasarannya adalah masyarakat luas, baik perorangan, kelompok, komunitas maupun lembaga, di perkotaan atau perdesaan. Sedangkan program Vucer fokus pada solusi persoalan teknologi atau manajemen, termasuk pembukuan dan pemasaran untuk khalayak sasaran industri kecil dan koperasi.

Berbeda dengan program Vucer, produk pelaksanaan program penerapan Ipteks pada awalnya tidak menghasilkan luaran yang terukur. Namun sejak sekitar 5 (lima) tahun silam, penerapan Ipteks dituntut agar mampu menghasilkan produk yang terukur pula. Dengan demikian, kegiatan program penerapan Ipteks dalam perkembangannya semakin sulit dibedakan secara jelas dengan program Vucer, kecuali dari sisi mitranya. Keterukuran diutamakan guna membuka peluang DP2M menentukan indikator kinerja kedua program. Di sisi lain, DP2M mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan ppm yang bersifat problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak individual. Hal-hal inilah yang menjadi alasan dikembangkannya program Ipteks bagi Masyarakat (IbM).

Dalam program Ipteks bagi Masyarakat (IbM), khalayak sasarannya adalah sekelompok masyarakat atau sejumlah pengusaha mikro. Kegiatan IbM merupakan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mitra melalui pendekatan secara terpadu, melibatkan berbagai disiplin ilmu, baik serumpun maupun tidak. Program IbM menghasilkan luaran yang terukur, bermakna, dan berkelanjutan bagi kelompok masyarakat atau kelompok pengusaha mikro. Kegiatan IbM dapat dilakukan di perkotaan atau perdesaan dari berbagai bidang ilmu, teknologi, seni suatu perguruan tinggi, sesuai kebutuhan mitra sasarannya.

Misi program IbM adalah membentuk masyarakat produktif yang tenteram dan sentosa.

Tujuan program IbM adalah:
1) membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomis,
2) membantu menciptakan ketentraman, kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat,
3) meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan,

Luaran program IbM dapat berupa: 1) Jasa, 2) Metode, 3) Produk/Barang dan 4) Paten yang memberi dampak pada: (a) up-dating ipteks di masyarakat, (b) peningkatan produktivitas mitra (c) peningkatan atensi akademisi terhadap kelompok masyarakat/industri kecil, (d) peningkatan kegiatan pengembangan ilmu, teknologi dan seni di perguruan tinggi.

Hasil program IbM wajib di diseminasikan dalam bentuk artikel ilmiah dan dipublikasikan melalui Jurnal Nasional.

Program IbM berlangsung selama 1 (satu) tahun dan dibiayai sepenuhnya melalui DIPA DP2M Ditjen Dikti atau bersama Instansi lain. Dukung`n dana DIPA DP2M Ditjen Dikti maksimum sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan jangka waktu pelaksanaan minimal 8 bulan. Pencairan dana dilakukan melalui dua tahap; tahap I 70% dan II 30%. Tahap II tidak akan dicairkan jika Laporan Akhir belum diterima DP2M.

Usulan program IbM harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya. Usulan ditulis lengkap sesuai format yang ditentukan DP2M.

Minggu, 25 Maret 2012

Indonesiamania

Indonesiamania (1)
Indonesia itu indo-nya orang2 seluruh asia
ada keturunan Arab, ada Keturunan China, ada Keturunan India ....
bahkan setelah dijajah Belanda selama 350 tahun - juga mulai bertebaran orang2 Indo keturunan Eropa
trus siapa saja yang boleh dianggap asli Indonesia? dan bagaimanakah konsep nasionalisme yang mampu merangkul mereka semua?

Indonesiamania (2)
PSSI itu dulu kepanjangannya adalah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ...
Sekarang organisasi sepakbola Indonesia kita punya dua induk. PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang ditunjuk lewat Kongres Luar Biasa di Solo, Juli lalu, serta PSSI versi Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang dipimpin La Nyalla Mattalitti yang ditunjuk sebagai ketuanya pada Kongres Luar Biasa buatan mereka di Hotel Mercure, Ancol, Minggu (18/3/2012) lalu.
ini berarti merubah kepanjangan PSSI menjadi : Persatuan Sepakbola Separuh Indonesia ....

Indonesiamania (3)
Terhitung mulai kelulusan setelah Agustus 2012 (Surat Dirjen Dikti No.152/E/T/2012 : Wajib Publikasi Ilmiah Bagi S1/S2/S3):
Untuk program S1 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah
Untuk program S2 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah nasional terakreditasi
Untuk program S3 harus ada makalah yang sudah diterima terbit di jurnal Internasional.
ini berarti merupakan tonggak kebangkitan Indonesia jilid II - supaya nggak ada lagi bertebaran Ayam Bangkok, mobil Jepang, obat2an China, IBM, Microsoft dll
cukuplah Rambutan Aceh, Batik Pekalongan dll sbg tuan rumah di negeri sendiri

Indonesiamania (4)
Katanya jika harga BBM tidak dinaikkan di tengah naiknya harga minyak dunia, Indonesia bisa mengalami defisit anggaran hingga Rp 299 T atau sekitar 3,5 persen - katanya juga kenaikan BBM justru didorong oleh keberpihakan pada rakyat kecil. Selama ini ia melihat subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Subsidi yang dicabut ini, menurut dia bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.
kalau alasannya salah sasaran subsidi boleh juga sich - tetapi seharusnya tetap ada upaya lain untuk mensubsidi rakyat miskin - bukankah kekayaan laut kita masih belum dikelola optimal, kebocoran pemanfaatan pajak dan retribusi juga belum ditanggulangi - disamping pemberdayaan ekonomi kreatif juga baru saja dimulai .....

Indonesiamania (5)
orang Indonesia itu - klo sedang hamil gak mau bayinya terlalu besar - agar persalinannya bisa alami dan lancar - jadilah cari2 makanan yang lowfat tapi harus tetap bergizi
tapi klo sdh lahir - semasa balita akan dipacu dengan makanan super gizi - katanya biar balitanya sehat - walhasil balitanya rata2 jadi tambun - lucu memang ....
tapi begitu remaja - mereka mulai protes - mulailah mereka mengikuti berbagai program agar menjadi langsing
dan setelah dewasa - apalagi telah menikah - mulailah makannya tak terkontrol - gemuk lagi dech
begitu asam urat dan kolesterol mulai menyerang - mulailah mereka rame2 mengikuti klub olahraga dan fitnes
................................................ klasik tapi asik ...........................................

Indonesianamania (6)
Copas! dari Mas Bro Moch. Soim :
Ini sebuah pernyataan saudara kita dari PAPUA sana yg bisa membuka mindset kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kami masyarakat PAPUA SETUJU kenaikan harga BBM.
Rp 6500 / liter pun tak jadi masalah yang penting POM bensin jangan kosong. Toh kami terbiasa membeli bensin eceran yang harganya 18.000 lebih. Hingga kalau kekosongan kami bisa beli bensin hingga 70.000 per liter. Jadi kalian ma...syarakat JAWA sebelum demo BBM naik coba pikirkan nasib kami yang tinggal di daerah. Minyak kami kalian SEDOT untuk supply ke Pulau JAWA, sedangkan kami kekosongan di POM bahkan sampai ber minggu2 sudah hal biasa. Kalian di Pulau JAWA kekosongan di POM baru 1 atau 2 hari sudah ribut luar biasa di liput media.
INGAT!!! Indonesia bukan hanya Pulau JAWA.

Indonesiamania (7)
bila kau mendekatiku satu langkah - aku kan berlari menyambutmu - tapi jika kau bepaling dariku - maka aku kan meninggalkanmu
orang Indonesia itu sebenarnya pemaaf dan sangat mudah melupakan kesalahan orang lain - tetapi bila ada permasalahan baru yang menyentuh harkat dan martabat mereka - memang kadang2 memberikan tanggapan sesaat yang impulsif - jadi bila mereka disakiti - paling2 marahnya hanya sesa'at - dengan perjalanan waktu mereka akhirnya pasti akan melupakan dan memaafkan orang bersangkutan - buktinya - betapa banyak tokoh penggerak penolakan kenaikan BBM yang dulunya saat menjabat juga pernah menaikkan harga BBM - telah dimaafkan dan bahkan sekarang di-elu2kan

Indonesiamania (8)
yang rame dibicarakan tentang hak azasi manusia kok hanya kekerasan terhadap para pendemo yang menolak kenaikan BBM
sedang kelakuan pendemo tak pernah ditayangkan - ketika mereka melempari para polisi dengan batu, tongkat dan molotov - bukankah polisi juga manusia yang sedang melaksanakan pekerjaannya?
belum lagi kelakuan para pendemo yang menjarah POM Bensin serta Truk Tangki dengan menyedot BBM - padahal itu jelas kriminal
anehnya para pendemo penjarah tersebut pada pakai topeng, pakai helm, pokoknya menutupi wajahnya - seolah2 mereka sudah tahu dan sadar kalau yang mereka lakukan sebenarnya adalah salah .........
siapakah yang mereka perjuangkan? siapa yang membayar mereka? siapa saja se sebenarnya yang diuntungkan bila BBM tetap lebih murah dari negara tetangga?

Indonesiamania (9)
orang Indonesia sejati itu adalah para orang2 pinggiran - PKL dan UKM - mereka sangat tangguh dan adaptif
buktinya meskipun dunia dan Indonesia di tempa krisis bertubi2 - mereka tetap bertahan
SEHINGGA KENAIKAN BBM TAK KAN BERPENGARUH BAGI MEREKA
---------
di sisi lain - tak sedikit perusahaan multinasional dan orang2 kaya pada COLAPS - mereka sangat rentan terhadap gejolak ekonomi
SEHINGGA YANG SANGAT TAKUT BBM NAIK ADALAH MEREKA
yaitu para penyedot BBM bersubsidi untuk ditimbun dan di jual ke luar negeri yang disana harga BBM setara dengan pertamax - hampir duakalinya
--------
perlu diketahui bahwa bila subsidi BBM tak kunjung dicabut - anggaran negara jelas defisit - dan kondisi inilah yang bakal benar2 menyengsarakan rakyat kecil - maka kemudian orang2 pintar - baik kepresidenan maupun DPR harus sepakat untuk mengurangi subsidi sampai dengan negara tak defisit

Indonesiamania (10)
tentang hukum KAUSAL - jelas pasti sebabnya lebih dulu baru akibatnya
tapi bagi orang Indonesia - hal itu tidak berlaku
pagi ini : Harga Lombok, Tomat, Merica, Beras, Minyak .... di Pasar sudah pada naik - katanya se akibat dari kenaikan harga BBM
PADAHAL kan hari ini BBM belum NAIK ????????????

Indonesiamania (11)
Beginilah POLITIK - ujung2nya semuanya dibebankan pada leputusan pemerintah :
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Paripurna DPR RI, Sabtu dini hari, sepakat menunda rencana kenaikan harga BBM pada 1 April 2012. Keputusan itu merupakan hasil pemungutan suara Rapat Paripurna DPR RI tentang tentang RUU APBN Perubahan 2012.
Dengan keputusan tersebut, harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak jadi naik. Namun, DPR tetap membuka kemungkinan bagi pemerintah melakukan penyesuaian jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia naik atau turun lebih 15 persen dalam waktu enam bulan.
Para anggota DPR melakukan pemungutan suara untuk dua pilihan. Pilihan pertama adalah tetap pada substansi pasal 7 ayat 6 RUU APBN Perubahan 2012 yang tidak memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Pilihan kedua adalah menambahkan Ayat 6a yang menyatakan bahwa pemerintah bisa menyesuaikan harga BBM jika harga rata-rata minyak mentah di Indonesia (ICP) naik atau turun hingga lebih dari 15 persen dalam waktu enam bulan.
Mayoritas anggota DPR, yaitu 356 orang, memilih opsi kedua. Sedangkan, sebanyak 82 sisanya memilih opsi pertama. Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Hanura memutuskan untuk meninggalkan rapat (walk out) ketika hendak dilakukan pemungutan suara.

Indonesiamania (12)
kesumpahan empu gandring - oleh Aji Okta Silmaufar
keris ini akan membunuhmu dan keluargamu sampai dengan tujuh turunan ..........
artinya bahwa perebutan kekuasaan yang terjadi di nusantara selalu diwarnai oleh pertumpahan darah
buktinya :
generasi pertama itu adalah jaman kerajaan singosari tahun 1222
generasi kedua di jaman majapahit tahun 1500
generasi ketiga adalah jaman perebutan kemerdekaan tahun 1945
generasi keempat adalah jaman orde lama tahun 1965
generasi kelima adalah kaman orde baru tahun 1998
generasi kenam adalah era reformasi
dan satu generasi lagi .....................................

Indonesiamania (13)
untuk mengejar ketinggalan dari negara tetangga - Indonesia mulai menggalakkan dan menghargai hasil2 penelitian dan karya ilmiah
Tahun 2012 ini pemerintah menganggarkan 20% dari dana APBN untuk pendidikan - yaitu sekitr 256 Trilyun - buktinya sudah mulai banyak tawaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang akan didanai oleh pemerintah sampai dengan ratusan juta rupiah sbb :
http://dp2m.dikti.go.id/
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=3723&Itemid=29
http://www.bisnis.com/articles/ri-anggarkan-rp-256-triliun-untuk-pendidikan-di-rapbn-2012
semoga Indonesia dapat segera kembali menjadi MACAN ASIA

Indonesiamania (14)
dengan pengalaman dijajah oleh Belanda - banyak budaya yang ditanamkan mereka menancap hingga kini dan sulit dihapuskan - padahal kini jaman telah berubah :
1. bahwa partikelir (swasta) mempunyai strata yang lebih rendah daripada amtenar (pegawai negeri) - sehingga pemberdayaan masyarakat untuk berwirausaha menjadi tantangan tersendiri
2. bahwa orang asing atau produk asing (impor) itu lebih bagus dari barang lokal (buatan dalam negeri) - sehingga untuk membuat produk Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri menjadi tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan dengan tantangan untuk memproduksi barang berkualitas expor ...........

Indonesiamania (15)
bayangkan seandainya Indonesia tak pernah dijajah Jepang - bisa jadi sampai sekarang Indonesia tak ada kesempatan untuk memproklamirkan kemerdekaannya
-------
bayangkan bila Indonesia tak pernah dijajah Belanda - bisa jadi Indonesia sudah menjadi ratusan negara kecil2 - seperti Singapore dan Brunei Darussalam - maka bisa jadi masyaraktnya juga sudah semakmur mereka
--------
bayangkan seandainya semua pemimpin kayak Patih Gajahmada - barangkali Indonesia saat ini sudah jauh lebih kaya daripada Jepang dan Amerika ......
-------
bagaimanapun kini - kita tetap harus berjuang demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia .............

Senin, 05 Maret 2012

Kata Kunci

Kata Kunci (1)
JUJUR
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepadaKU dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur” (QS: At-Taubah: 119). Dalam ayat lain, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Jikalau mereka jujur kepada Alloh, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka” (QS: Muhammad: 21)
Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku jujur hingga ia disebut shiddiq (orang yang senantiasa jujur). Sedang dusta mengantarkan kepada perilaku menyimpang (dzalim) dan perilaku menyimpang mengantarkan kepada neraka. Sesungguhnya seseorang biasa berlaku dusta hingga ia disebut pendusta besar.(HR Bukhari dalam shahihnya bab Adab subbab 69, jilid VII, hal 95. HR Muslim dalam shahihnya bab Al-Birr subbab 29, hadits nomor 104, jilid IV hal 2012-2013, dan HR Tirmidzi dalam sunannya bab Al-Birr subbab 46 hadits nomor 1971 jilid IV hal 347)
“Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.” (HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1/200. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)


Kata Kunci (2)
SABAR
“Hendaklah kamu bersabar, sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Anfal : 46)
“Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d : 24)
“Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.” (QS. Al Furqaan : 75)
“Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah : 45)
“Mereka yang sabar dalam musibah, kemiskinan dan ketika peperangan. Merekalah orang-orang yang benar dan merekalah orang-orang yang bertakwa - memelihara dirinya dari kejahatan”. (QS Al Baqarah : 177)
“Dan Kami menjadikan di antara mereka para pemimpin yang memberikan petunjuk dengan titah Kami, karena mereka mau bersabar dan meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As Sajdah : 24)
“Kepada orang-orang itu diberikan pembalasan (pokok) dua kali lipat, disebabkan kesabaran mereka”. (QS. Al Qashash : 54)
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung”. (QS Az-Zumar : 10).
Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan.(HR. Athabrani dan Al Baihaqi)
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar. (HR. Al Hakim)
Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula tertimpa musibah. (HR. Al Bukhari)
Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Athabrani)
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
"Dari Abu Sa’id Al Khudryi ra. Bahwasanya orang-orang Anshar minta kepada Rasulullah saw., lalu beliau memberi kepada mereka. Kemudian mereka minta kepada beliau, lalu beliau memberi mereka sehingga habislah apa yang ada di sisi beliau. Lalu beliau bersabda : "Di tempatku, tidak ada harta, aku tidak akan menyimpannya terhadapmu. Barangsiapa menjaga diri, maka Allah menjaganya. Barangsiapa yang memohon kaya kepada Allah, maka Allah menjadikannya ia kaya, dan barang siapa yang mensabarkan diri maka Allah akan memberinya kesabaran. Tidaklah seseorang dikaruniai pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran." (HR: Bukhari)
Dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw., beliau bersabda : `Siapa yang membenci penguasanya terhadap sesuatu maka bersabarlah; karena sesungguhnya orang yang keluar dari (kepatuhan kepada) penguasa barang sejengkal maka dia pasti meninggal sebagai meninggal ala Jahiliyah (dalam kesesatan, perpecahan dan kekosongan imam yang dipatuhi)". (HR: Bukhari)


Kata Kunci (3)
SYUKUR
Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya dengan beban perintah dan larangan. Karena itu kami jadikan ia mendengar dan melihat. Sesungguhnya kami telah menunjukinya jalan yang lurus: Ada yang bersyukur, namun ada pula yang kafir. (QS. Al-Insan: 2-3)
"Jika kamu bersyukur pasti Kutambah nikmatKu kepadamu; sebaliknya jika kamu mengingkari nikmat itu, tentu siksaanku lebih dahsyat. (QS. Ibrahim: 7)
"Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqman : 12)
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (QS. Al-Baqarah: 152),
Hai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik yang kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya dia saja yang kamu sembah. (QS. Al-Baqarah: 172)
Baik kepadamu maupun kepada nabi sebelummu telah diwahyukan: "Jika engkau mempersekutukan Tuhan, maka akan terbuang percumalah segala amalmu dan pastilah engkau menjadi orang yang merugi. Karena itu sembahlah Allah olehmu, dan jadilah orang yang bersyukur (QS. Az-Zumar: 65-66)
“Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur” (QS. Az-Zumar: 66)
Dari aisyah ra. ia berkata ; sesungguhnya nabi saw selalu bangun untuk mengerjakan salat malam sampai kedua kakinya bengkak, Aisyah bertanya ; wahai rasulullah mengapa engkau berbuat demikian , sedangkan Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang telah lampau maupun yang akan datang ? ;Beliau menjawab 'apakah tidak sepantasnya jika aku menjadi seorang hamba yang slalu bersyukur (HR Bukhari dan Muslim)
“Barang siapa yang melihat orang yg dilebihkan dari segi rupa dan RIZKI, maka hendaknya dia melihat orang yg lebih kurang darinya atas nikmat yg dilebihkan atasnya, karena hal itu akan mendorongnya untuk selalu mensyukuri nikmat Allah yg dikaruniakan kepadanya.” (HR. Tirmidzi)
“Barangsiapa yang tidak MENSYUKURI nikmat yang sedikit, maka ia tidak akan bisa mensyukuri nikmat yang banyak. Barangsiapa yang tidak bisa BERSYUKUR kepada orang, maka ia tidak akan bisa bersyukur kepada Allah.” (HR. Abdullah bin Ahmad)
“Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.” (HR. Ath-Thabrani)


Kata Kunci (4)
AMANAH
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (Qs. Al-Ahzab : 72)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS al-Anfal : 27).
“Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minun: 8-11)
"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan", (QS. Annisa : 135).
“Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” (HR. Imam Bukhori)
“Tunaikan amanah kepada orang yang memberi amanah dan janganlah mengkhianati orang yang berkhianat kepada kamu.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).
Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada iman bagi yang tidak amanah (tidak jujur dan tak bisa dipercaya), dan tidak ada dien bagi yang tidak menepati janji.” (HR Baihaqi).
“Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang laki-laki adal pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dalam memelihara harta tuannya dan ia akan ditanya pula tentang kepemimpinannya”, (HR Imam Bukhori).
“Wahai Rasulullah mengapa anda tidak memberikan saya jabatan ?, beliau mengatakan : “Rasulullah saw lalu meletakkan tangannya di atas pundakku seraya berkata : “Wahai Abu Dzar engkau ini lemah, dan jabatan itu adalah amanah, dan sesungguhnya jabatan itu akan menjadi sebuah penghinaan dan penyesalan nanti pada Hari Kiamat, kecuali bagi orang yang memikulnya dengan sungguh-sungguh dan menunaikannya menurut hak-hak yang terdapat di dalam jabatan tsb”, (HR Imam Muslim).
“Abu bakar Siddiq pernah mengatakan kepadaku tatkala aku diutus ke Syiria : “Wahai Yazid !, kamu memiliki kerabat yang bisa jadi akan engkau berikan mereka jabatan, dan itulah sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan atas engkau setelah Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa yang diberikan kepemimpinan untuk megurusi urusan orang-orang Islam, dan lalu mengangkat seseorang dari mereka berdasarkan faktor kecintaan antara mereka maka ia menanggung laknat Allah , Allah tidak akan mempedulikannya dan berbuat adil kepadanya sehingga Ia memasukannya ke dalam neraka Jahannam”, (HR Imam Al-Hakim).
“Barang siapa mengangkat seseorang berdasarakan kesukuan atau fanatisme, sementara di sampingnya ada orang lain yang lebih disukai Allah dari padanya, maka ia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman”, (HR Imam Al-Hakim)
"Ingatlah maukah kalian aku beritahukan tentang dosa-dosa yang paling besar ? (beliau mengatakannya sebanyak tiga kali), kami menjawab : Ya wahai Rasulullah, beliau berkata: "Melakukan kemusyrikan kepada Allah, berdosa kepada kedua orang tua, dan membunuh", beliau saat itu sedang bersandar kemudian duduk, dan berkata lagi : "berkata palsu dan bersaksi palsu", beliau masih terus mengulanginya, sampai kami mengatakan : moga-moga beliau berhenti dari mengulanginya", (HR Imam Bukhori).
“Sesungguhnya amanah telah turun ke tengah hati orang-orang, kemudian turunlah Alquran, sehingga mereka mengetahui Alquran dan sunah. Kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang hilangnya sikap amanah, ‘seseorang tidur sebentar lalu amanah di cabut dari hatinya sehingga tersisa bekasnya seperti bercak kecil, kemudian tidur kembali lalu dicabut amanah dari hatinya sehingga tersisa seperti lepuhan luka, seperti bara api yang kamu tempelkan ke kakimu, lalu kaki tersebut terluka dan kamu lihat ia melepuh dan tidak ada apa-apanya. Kemudian beliau mengambil kerikil dan ditempelkan ke kaki beliau. Lalu orang-orang berbai’at namun hampir tak seorang pun menunaikan amanah hingga diberitakan bahwa pada bani Fulan terdapat seorang yang amanah, hingga dikatatakan kepada orang itu, ‘Alangkah sabarnya, alangkah hebatnya dan alangkah berakalnya!’ Padahal di hatinya tidak ada sebiji sawi pun dari iman.” (HR. Imam Muslim)


Kata Kunci (5)
DAKWAH
Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat (jamaah) yang mengajak pada kebajikan (Islam), memerintahkan yang makruf, dan mencegah kemungkaran. Merekalah orang-orang yang beruntung. (Qs. Ali-Imraan : 104)
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal salih, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk golongan kaum Muslim”?(Qs. Fushshilat : 33)
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)
Rasulullah Saw tidak pernah memerangi suatu kaum melainkan sesudah terlebih dulu menyampaikan dakwah Islam kepada mereka. [HR. Ahmad, al-Hakim, dan ath-Thabrani]
“Demi dzatku yang jiwaku berada ditanganNya, engkau harus memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran atau Allah akan menurunkan hukuman kepadamu, kemudian engkau berdo’a kepadaNya tapi Allah tidak mengabulkan kepadamu”[HR. Tirmidzi]
Siapa saja yang bangun pagi, sementara ia hanya memperhatikan masalah dunianya, maka ia tidak berguna apa-apa di sisi Allah. Siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslim, maka ia tidaklah termasuk golongan mereka. [HR. ath-Thabrani dari Abu Dzar al-Ghifari]
Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari).
Barangsiapa ada kelebihan tempat (tempat yang kosong) dalam kendaraan (punggung unta) hendaklah diberikan kepada orang yang tidak punya kendaraan (diajak serta), dan barangsiapa punya kelebihan bekal (perjalanan) maka hendaklah diberikannya kepada orang yang tidak punya bekal. (HR. Muslim)
Barangsiapa melapangkan kesusahan (kesempitan) untuk seorang mukmin di dunia maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat dan barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong kawannya. Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan ke surga. Suatu kaum yang berkumpul dalam sebuah rumah dari rumah-rumah Allah, bertilawat Al Qur'an dan mempelajarinya bersama maka Allah akan menurunkan ketentraman dan menaungi mereka dengan rahmat. Para malaikat mengitari mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan para malaikat yang ada di sisiNya. Barangsiapa lambat dengan amalan-amalannya maka tidak dapat dipercepat dengan mengandalkan keturunannya. (HR. Muslim)
Janganlah kamu menjadi orang yang "ikut-ikutan" dengan mengatakan "Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim". Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, "Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya". (HR. Tirmidzi)


Kata Kunci (6)
SHOLAT
Dan dirikanlah shalat itu pada dua bagian siang (dzuhur dan ashar) dan disebagian dari malam (isya) - [Qs. Huud : 114]
Hendaklah engkau mendirikan sholat diwaktu tergelincirnya matahari (maghrib) sampai kelam malam (isya) dan dirikanlah sholat subuh ...- [Qs. al-Israa :78]
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." [An-Nisa`:103]
"Sungguh Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke Kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil-Haram, dan di mana saja kalian berada maka palingkanlah wajah kalian ke arahnya." [Al-Baqarah:144]
Dari Jabir bin Abdullah ra. bahwa Nabi SAW didatangi oleh Jibril as dan berkata kepadanya,"Bangunlah dan lakukan shalat." Maka beliau melakukan shalat Zhuhur ketika matahari tergelincir. Kemudian waktu Ashar menjelang dan Jibril berkata,"Bangun dan lakukan shalat." Maka beliau SAW melakukan shalat Ashar ketika panjang bayangan segala benda sama dengan panjang benda itu. Kemudian waktu Maghrib menjelang dan Jibril berkata,"Bangun dan lakukan shalat." Maka beliau SAW melakukan shalat Maghrib ketika mayahari terbenam. Kemudian waktu Isya` menjelang dan Jibril berkata,"Bangun dan lakukan shalat." Maka beliau SAW melakukan shalat Isya` ketika syafaq (mega merah) menghilang. Kemudian waktu Shubuh menjelang dan Jibril berkata,"Bangun dan lakukan shalat." Maka beliau SAW melakukan shalat Shubuh ketika waktu fajar merekah/ menjelang. (HR Ahmad, Nasai dan Tirmizy)
"Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk mesjid, lalu seseorang masuk dan melakukan shalat lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: 'Kembali! Ulangi shalatmu! Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, ... Orang itu melakukan lagi seperti shalatnya yang tadi, lalu ia datang memberi salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab salamnya dan bersabda: 'Kembali! Ulangi shalatmu!t Karena kamu belum shalat (dengan benar)!, ... sampai ia melakukannya tiga kali, lalu ia berkata: 'Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, saya tidak sanggup melakukan yang lebih baik dari ini maka ajarilah saya!' Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: 'Jika kamu berdiri hendak melakukan shalat, takbirlah, baca apa yang mudah (yang kamu hafal) dari Al-Qur`an, kemudian ruku'lah hingga kamu tenang dalam ruku', lalu bangkit hingga kamu tegak berdiri, sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud, bangkitlah hingga kamu tenang dalam duduk, lalu lakukanlah hal itu pada semua shalatmu." [HR. Abu Dawud dan dishahihkan Al-Hakim]
"Jika seseorang dari kalian duduk dalam shalat maka hendaklah ia mengucapkan At-Tahiyyat." [Muttafaqun 'alaih]
"Jika seseorang dari kalian shalat... (hingga ucapannya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam) lalu hendaklah ia bershalawat atas Nabi." Pada lafazh yang lain, "Hendaklah ia bershalawat atas Nabi lalu berdoa." [HR. Ahmad dan Abu Dawud]
Dari `Uqbah bin Amir ra bahwa Nabi SAW bersabda,"Ummatku selalu berada dalam kebaikan atau dalam fithrah selama tidak terlambat melakukan shalat Maghrib, yaitu sampai muncul bintang."(HR Ahmad, Abu Daud dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak)
Dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasululah SAW bersabda,"Dan waktu shalat shubuh dari terbitnya fajar (shadiq) sampai sebelum terbitnya matahari." (HR Muslim)
Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang mendapatkan satu rakaat dari shalat shubuh sebelum tebit matahari, maka dia termasuk orang yang mendapatkan shalat shubuh. Dan orang yang mendapatkan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka dia termasuk mendapatkan shalat Ashar." (HR Muslim dan enam imam hadits lainnya).
Dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,..."Itu adalah shalatnya orang munafik yang duduk menghadap matahari hingga saat matahari berada di antara dua tanduk syetan, dia berdiri dan membungkuk 4 kali, tidak menyebut nama Allah kecuali sedikit." (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Ibnu Majah).
Dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Dan waktu shalat Ashar sebelum matahari menguning".(HR Muslim)
Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW membaca ayat, "Peliharalah shalat-shalatmu dan shalat Wustha." Dan shalat Wustha adalah shalat Ashar. (HR Abu Daud dan Tirmizy dan dishahihkannya)
Dari Ibnu Mas`ud dan Samurah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Shalat Wustha adalah shalat Ashar." (HR Tirmizy)
Dari Abdullah bin Amar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Waktu Maghrib sampai hilangnya shafaq (mega)." (HR Muslim).
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Dan akhir waktu Maghrib adalah hingga langit menjadi hitam." (HR Tirmizy)
dalam hadis yang juga diriwayatkan dari Aisyah:
“Diwajibkan shalat dikala bepergian maupun dikala tidak bepergian dengan dua raka’at-dua raka’at; kemudian setelah Rasulullah saw sampai (hijrah) ke Madinah dan situasi telah tentram, ditambah rakaat shalat dikala tidak bepergian dengan dua raka’at-dua raka’at, namun dibiarkan (tidak ditambah raka’at pada shalat subuh karena panjang bacaannya (bacaan ayat al-Qur’an) dan juga pada shalat Magrib, karena ia adalah witirnya siang hari.” [Diriwayatkan oleh Abu Huzaimah, Ibn Hiban dan al-Baihaqy]
Dari Aisyah ra berkata,"Shalat itu diwajibkan dua rakaat, kemudian nabi SAW berhijrah, maka diwajibkan menjadi empat rakaat. (HR Bukhari)
Dari Ibni Abbas ra,"Diwajibkan shalat 4 rakaat saat hadhar (tidak bepergian) dan dua rakaat saat bepergian." (HR Muslim)


Kata Kunci (7)
PUASA
"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (QS.al-Baqarah:183)
"Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa. (QS.al-Baqarah:185)
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari bdnang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).
"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS.al-A'raf:31)
"Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau." (Muttafaq 'Alaihi)
Dari Mu’adzah dia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’.” (HR. Muslim).
“Barangsiapa yang dipaksa muntah sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qodho’ baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qodho’.” (HR. Abu Dawud, shahih).
Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi. (HR. Tirmidzi)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling*utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya, “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari)
Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jhwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arofah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim)
“Puasa merupakan perisai yang dapat digunakan oleh seorang hamba untuk melindungi dirinya dari jilatan api neraka.” (HR. Ahmad, sahih)
Suatu ketika, Abu Umamah radhiyallahu’anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang dengan sebab itu aku bisa masuk ke dalam surga.” Maka beliau menjawab, “Lakukanlah puasa, tiada yang dapat menyamainya.” (HR. Nasa’i, sanadnya sahih)
"Untuk orang yang berpuasa dua kebahagiaan : kebahagiaan ketika berbuka puasa. dan kebahagiaan ketika menemui Tuhannya." (Muttafaq 'Alaihi)
“Allah berfirman: Semua amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila suatu hari salah seorang dari kalian sedang berpuasa maka janganlah dia mengucapkan kata-kata kotor ataupun berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci-maki dirinya atau memeranginya maka ucapkanlah; Aku sedang puasa. Demi tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi. Seorang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan; ketika berbuka puasa maka dia merasa senang, dan ketika berjumpa dengan Rabbnya maka dia pun merasa senang dengan puasanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
"Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku." (HR Muslim)
“Apabila seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah dia tetap menyempurnakan puasanya karena Allah telah memberi dia makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Suatu hari kami duduk-duduk di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu pria tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, celaka aku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Pria tadi lantas menjawab, “Aku telah menyetubuhi istri, padahal aku sedang puasa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau merdekakan?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau dapat memberi makan kepada 60 orang miskin?” Pria tadi juga menjawab, “Tidak”. Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas diam. Tatkala kami dalam kondisi demikian, ada yang memberi hadiah satu wadah kurma kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,“Di mana orang yang bertanya tadi?” Pria tersebut lantas menjawab, “Ya, aku.” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Ambillah dan bersedakahlah dengannya.” Kemudian pria tadi mengatakan, “Apakah akan aku berikan kepada orang yang lebih miskin dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada yang lebih miskin di ujung timur hingga ujung barat kota Madinah dari keluargaku. ” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tertawa sampai terlihat gigi taringnya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Berilah makanan tersebut pada keluargamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ada kecuali dengan seizinnya.” (HR. Bukhari)


Kata Kunci (8)
ZAKAT, INFAQ, DAN SEDEKAH
"Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” [QS. Al-Baqarah: 43]
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [QS. Al-Bayyinah: 5]
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa darimu, hai ahlul bait, dan membersihkanmu sebersih-bersihnya.”[ QS. Al-Ahzab: 33]
“Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka percaya adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [QS. Luqman: 4-5]
“Apakah kamu takut miskin karena bersedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tidak memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”[ QS. Al-Mujaadilah: 13]
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.” [QS. Al-Baqarah: 219]
“Dan pada harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” [QS. Adz-Dzariyat: 19]
“Dan orang-orang yang menyimpan emas-perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, beritahukanlah (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas-perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggungnya (lalu dikatakan):"Inilah harta bendamu yang kausimpan untukmu sendiri, maka rasakanlah akibat dari apa yang kau simpan itu.” [QS. At-Taubah: 34-35]
“Sekali-sekali janganlah orang bakhil dengan harta yang Allah berikan dari karunia-Nya, menyangka kebakhilan itu baik baginya. Sebenarnya kebakhilan itu buruk. Harta yang mereka bakhilkan kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat." [QS. Al-Imron: 180]
Rasulullah saw. bersabda:
“Islam dibangun atas lima dasar, bersaksi tidak ada sembahan haq kecuali Allah, Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadhan.”
(HR. Muslim)
Dari Ibnu Umar ra., Bahwa Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadan kepada manusia, yaitu satu sha` (gantang) kurma atau satu sha` gandum atas setiap muslim, merdeka atau budak, lelaki maupun wanita. (HR. Muslim)
Bahwa Rasulullah saw. memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum manusia berangkat untuk salat Ied. (HR. Muslim)
Ketika mengutus Muadz bin Jabbal ra ke Yaman, Rasulullah saw bersabda:
“Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya di antara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka.” (HR. Bukhari)
Dari Abdullah Ibnu Aufa bahwa biasanya bila suatu kaum datang membawa zakat kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, beliau berdoa: "Ya Allah, berilah rahmat atas mereka." (Muttafaq Alaihi.)
Dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila engkau memiliki 200 dirham dan telah melewati satu tahun, maka zakatnya 5 dirham. Tidak wajib atasmu zakat kecuali engkau memiliki 20 dinar dan telah melewati setahun, maka zakatnya 1/2 dinar. Jika lebih dari itu, maka zakatnya menurut perhitungannya. Harta tidak wajib dikeluarkan zakat kecuali telah melewati setahun." (HR. Abu Dawud.)
Ibnu Umar Radhiyallohu'anhua: "Barangsiapa memanfaatkan (mengembangkan) harta, tidak wajib zakat atasnya kecuali setelah mencapai masa setahun." (HR. Tirmidzi)
Dari Salim Ibnu Abdullah, dari ayahnya Radhiyallohu'anhu, bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tanaman yang disiram dengan air hujan atau dengan sumber air atau dengan pengisapan air dari tanah, zakatnya sepersepuluh, dan tanaman yang disiram dengan tenaga manusia, zakatnya seperduapuluh." (HR. Bukhari.)
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Zakat rikaz (harta peninggalan purbakala) adalah seperlima." (Muttafaq Alaihi.)
Dari Bilal Ibnu Harits Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengambil zakat dari barang-barang tambang di Qalibiyah. (HR. Abu Dawud.)
Dari Mu'adz Ibnu Jabal Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah mengutusnya ke negeri Yaman. Beliau memerintahkan untuk mengambil (zakat) dari 30 ekor sapi, seekor anak sapi berumur setahun lebih yang jantan atau betina, dan setiap 40 ekor sapi, seekor sapi betina berumur dua tahun lebih, dan dari setiap orang yang telah baligh diambil satu dinar atau yang sebanding dengan nilai itu pada kaum Mu'afiry. (HR. Ahmad.)
Dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tak ada zakat pada perak yang kurang dari 5 auqiyah (600 gram), unta yang jumlahnya kurang dari 5 ekor, dan kurma yang kurang dari 5 ausaq (1050 liter)." (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah ra., bahwa Nabi saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Hai anak cucu Adam, berinfaklah kalian, maka Aku akan memberi ganti kepadamu. Rasulullah saw. bersabda: Anugerah Allah itu penuh dan deras. Ibnu Numair berkata: (Maksud dari) mal'aan adalah pemberian yang banyak dan mendatangkan keberkahan, tidak mungkin terkurangi oleh apapun di waktu malam dan siang. (HR. Muslim)
Dari Abu Masud Al-Badri ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya seorang muslim, jika memberikan nafkah kepada keluarganya dan ia mengharap pahala darinya, maka nafkahnya itu menjadi sedekah baginya. (HR. Muslim)
Dari Aisyah ra., bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi saw. dan berkata: Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dunia mendadak dan tidak sempat berwasiat. Tetapi aku menduga seandainya ia dapat berbicara, tentu ia akan bersedekah. Apakah ia mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah saw. bersabda: Ya. (HR. Muslim)
Dari Abu Musa ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: Setiap muslim wajib bersedekah. Ditanyakan: Apa pendapatmu jika ia tidak mempunyai sesuatu (untuk bersedekah)? Rasulullah saw. bersabda: Dia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia dapat memberi manfaat dirinya dan bersedekah. Ditanyakan pula: Apa pendapatmu, jika ia tidak mampu? Rasulullah saw. bersabda: Dia dapat membantu orang dalam keperluan mendesak. Ditanyakan lagi: Apa pendapatmu, bila tidak mampu? Rasulullah saw. bersabda: Dia dapat memerintahkan kebaikan. Masih ditanyakan lagi: Apa pendapatmu jika ia tidak melakukannya? Rasulullah saw. bersabda: Dia dapat menahan diri dari berbuat kejahatan, karena itu adalah sedekah. (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: Setiap ruas tulang manusia wajib bersedekah setiap hari, di mana matahari terbit. Selanjutnya beliau bersabda: Berlaku adil antara dua orang adalah sedekah, membantu seseorang (yang kesulitan menaikkan barang) pada hewan tunggangannya, lalu ia membantu menaikkannya ke atas punggung hewan tunggangannya atau mengangkatkan barang-barangnya adalah sedekah. Rasulullah saw. juga bersabda: Perkataan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang dikerahkan menuju salat adalah sedekah dan menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah. (HR. Muslim)
Dari Abu Musa ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: Pasti akan datang kepada manusia suatu zaman, di mana seseorang berkeliling membawa sedekah emas, lalu ia tidak menemukan seorang pun yang mau mengambilnya. Dan terlihat seseorang diikuti oleh empat puluh orang wanita yang berlindung kepadanya karena sedikitnya kaum lelaki dan banyaknya kaum wanita. (HR. Muslim)