Hijab Kalbu (1)
ketika terdengar adzan berkumandang - jangankan mendengarkan dan menjawabnya - menghiraukannyapun tidak - mereka tetap disibukkan dengan urusan diniawinyaHijab Kalbu (2)
ketika berpapasan dengan seorang fakir yang terengah-engah memperjuangkan hidupnya - jangankan memberinya sedekah - menolehnyapun tidakHijab Kalbu (3)
ketika ada seorang nenek yang tertatih-tatih kehujanan dipinggir jalan - tak terbersit sedikitpun untuk meminjaminya payung - bahkan setengah sengaja kau ciprati dia dengan air kubangan yang terlindas roda mobilmuHijab Kalbu (4)
ketika mendengar kabar temanmu mengalami musibah - jangankan menghiburnya ataupun paling tidak mengucapkan turut belasungkawa - kau malah tertawa2 puas bahagia melihatnya menderitaHijab Kalbu (5)
ketika kau lihat tetanggamu baru saja mempunyai mobil baru - bukannya kau turut senang melihat keluarganya bahagia - bahkan hatimu sedih bukan kepalang, gundah gulana dan berupaya dengan segala cara agar bisa mempunyai mobil yang lebih bagus darinyaHijab Kalbu (6)
ketika kau tahu temanmu sedang berpuasa sunnah - bukannya kau berusaha menjauhkan makanan dan minuman darinya - tapi justru kau sengaja mengadakan makan2 bersama di depan mata dan hidungnyaHijab Kalbu (7)
ketika seekor kucing kelaparan menghampirimu - bukannya kauberikan dia secuil makanan di tanganmu - bahkan kau tendang dan kau lempari dia dengan batuHijab Kalbu (8)
ketika kau sadarai banyak mata lelaki yang memperhatikanmu - bukannya kau percepat langkahmu dan menghindar - tetapi malah kau pelankan langkahmu, kau berikan gerakan lebih pada pinggulmu, seolah kau mengundang mereka mengikutimuHijab Kalbu (9)
ketika kau sadari ketertarikan banyak wanita atas hartamu - bukannya kau jaga sikapmu hanya untuk istrimu - tapi malah kau tebar pesona dengan memberi mereka banyak hadiah dan foya2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar