Senin, 18 Juni 2012

sesatan amalan semu

sesatan amalan semu (1)
ini tentang syukuran
tahun kemarin - saat ada pengumuman kelulusan ujian sertifikasi dosen - di kantor teman2 yang pada lulus mau mengadakan syukuran dengan makan2 bersama di kantor : KUBILANG JANGAN - tolong teman2 yang pada lulus juga menjaga perasaan teman2 yang masih belum beruntung untuk lulus sertifikasi - BATALKAN ACARANYA dan kubilang kalau mau syukuran lebih baik sumbangkan saja uang anda untuk pembangunan MASJID KAMPUS - alhamdulillah teman2 pada menurut ..............
eeeeeeee PAGI INI - peristiwa yang hampir sama terulang lagi - tapi kali ini di perumahan dinas
ibu2 para istri2 teman2 yang tunjangan sertifikasinya sudah pada keluar - bilang ke istriku mau ngajak syukuran - ngajak urunan buat beli kambing dan makan bersama - sate, gulai dan kambing guling
istriku lapor padaku dengan perasaan yang sama denganku : KAMI TIDAK SETUJU karena di perumahan dinas - justru masih banyak teman2 tetangga yang belum lulus dertifikasi - BAGAIMANA PERASAAN MEREKA
terus kusarankan pada istriku untuk bilang pada mereka2 agar menjaga perasaan teman2 tetangga yang belum lulus - Klo mo syukuran lebih baik serahkan saja uangnya untuk Pak Sampah atau Pak Satpam dengan diam2 - atau sumbangkan saja ke panti asuhan dengan diam2 pula - SELESAI KAN?

sesatan amalan semu (2)
ini tentang amalan yang sia2 karena pahalnya habis terbakar
maka berhati2lah tentang persepsi sebuah ibadah - terutama sekali adalah jangan sampai kita menjadi orang yang BANGKRUT karena semua pahala kita terbakar habis hanya gara2 sebuah perasaan dengki
Rasulullah SAW bersabda : "Dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar, sementara sedekah memadamkan dosa laksana air memadamkan api, adapun shalat adalah cahaya seorang mukmin dan puasa adalah perisai dari kobaran api neraka." (HR. Ibnu Majah)
------------------
Diceritakan tentang suatu kejadian dimana Nabi Musa As berdialog dengan Allah Swt, ketika itu Yang Maha Kuasa menanyakan kepada Nabi Musa ” Hey Musa, Mana Ibadah Untukku”, Nabi Musa As menjawab, “Sholatku Ya Allah”
“itu bukan untukKU Musa, sholat itu untukmu, sholat membuatmu menjauhi keburukan”
“Dzikirku Ya Allah”
“itu bukan untukKU Musa, dzikir itu untukmu, dzikir membuat hatimu tenang”
“Puasaku Ya Allah”
“itu bukan untukKU Musa, puasa itu untukmu, puasa membuat hatimu sabar”
“jadi apa Ya Allah ibadah untukMU”
“Ibadah yang bisa membuatKU senang, adalah ibadah yang bisa membuat kekasihKU senang”
------------------
Kekasih Allah itu secara umum adalah seluruh umat manusia dan secara khusus adalah semua umat muslim, jadi kalau kita menyenangkan sesama umat berarti telah menyenangkan Alloh Yang Maha Kuasa.
Jadi ibadah itu ada yang hanya untuk diri sendiri seperti sholat, puasa, dzikir itu kembalinya untuk diri kita sendiri, untuk kebaikan kita dan hati kita sendiri.
SUDAH BENARKAH IBADAH KITA
Sedangkan ibadah untuk Allah adalah ibadah yang tertujukan untuk orang lain, misalnya sedekah, menyantuni anak yatim piatu, membangun masjid dll
WASPADALAH WASPADALAH
Jangan sampai pula kita terlalu terlena beribadah untuk kepentingan diri sendiri tanpa mengamalkan ibadah yang diperuntukkan bagi orang lain

sesatan amalan semu (3)
ini tentang pendidikan dan pengajaran
kadang kita lupa kalau kementrian pendidikan nasional telah ganti nama - yaitu telah dikembalikan menjadi kementrian pendidikan dan kebudayaan
pertama2 hal itu berarti bahwa pemerintah telah menyadari terjadinya kesalahan selama kebudayaan tidak menjadi satu dalam pendidikan - memang banyak alumni yang pandai secara inteketual - tetapi terbelakang dari sisi emosional
kedua - pemerintah telah mendorong dunia pendidikan untuk menyadari hal itu - yaitu mengarahkan pengembangan kurikulum pada basis kompetensi dengan memperbanyak muatan soft skillnya
maka kita sebagai pengajar, orang tua dan masyarakat - harus bersama2 memperbaiki metode mendidik kita - yaitu dengan melengkapi kognitif dan psikomotorik dengan afektif dan interpersonal skill
jangan hanya mengajar tapi mendidiklah
jangan hanya membuat anak2 menjadi pandai - tetapi juga harus menjadikan mereka beretika dan berbudaya tinggi

sesatan amalan semu (4)
ini tentang orientasi proses belajar mengajar
di dalam ajaran ISLAM jelas - bahwa tujuan proses belajar mengajar yang wajib bagi mahasiswa adalah menuntut ilmu : bukan menjadi rangking satu - tidak juga untuk memperoleh nilai "A" atau IP = 4.00 - apalagi kalau tujuannya hanya untuk memperoleh ijasah dan gelar akademik
bila niatnya telah menyimpang - maka terjadilah banyak penyimpangan pada proses pembelajarannya serta lebih mementingkan tujuan : jadinya banyak yang nyontek - pake joki - menyuap guru/dosen - beli ijazah - memalsukan ijazah dan perbuatan terkutuk lainnya
kembalilah pada tujuan melaksanakan kewajiban dalam menuntut ilmu - sehingga ada peningkatan tidak hanya dalam hal intelektual - tetapi juga meningkat dari sisi kedewasaan emosional dan spritual
sedangkan bagi dosen - juga sudah jelas bahwa tujuannya mengajar adalah mengamalkan ilmu yang bermanfaat : bukan sekedar sebagai mata pencaharian - apalagi bila ditambah dengan manipulasi, kolusi, dan korupsi - jadinya sekarang mulai marak yang namanya guru/dosen melakukan demo - atau mogok ngajar - hanya karena menuntut kenaikan gaji - sungguh tidak pantas - tak tahukah kalian bila guru kencing berdiri murid akan kencing berlari?
kembalilah pada prinsip pendidikan yang dilontarkan oleh Ki Hajar Dewantoro : di depan memberikan contoh, di tengah memberikan motivasi - di belakang melakukan monitoring dan evaluasi
mari kembali ke jalan yang lurus bersamaku

sesatan amalan semu (5)
ini tentang perjuangan dalam hidup - jangan sampai kita berniat dan berjuang untuk menumpuk harta - sementara kita lalai untuk berjuang memperbaiki keimanan dan kebersihan hati
--------------
Allah berfirman :
“Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya, Dia (Allah) mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. QS. Hud:6
Nabi SAW bersabda :
“Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan roh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, iaitu menuliskan rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya…” (Hadis Riwayat Bukhari)
-------------
tetapi jangan GALAU - dan bertanya2 : dimana letak usaha untuk memperbaiki nasib? dan apa yang harus dilakukan oleh para makhluk hidup untuk menjemput rejekinya?
--------------
Allah berfirman :
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). QS. Ar-Rad:39
Nabi SAW bersabda :
”Siapa yang menginginkan agar diluaskan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalankan hubungan tali silaturahim.”(Hadis Riwayat al-Bukhari).
Allah berfirman :
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. QS. Ibrahim:7
Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah itu Hidup dan Maha Pemberi, Dia malu jika seseorang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikan kedua tangannya (membalas doa orang itu) dalam keadaan kosong serta rugi.”(Hadis riwayat Tirmidzi)

sesatan amalan semu (6)
tahukah kalian penyebabnya kenapa saya gendut?
ternyata saya ini adalah termasuk orang yang gak bisa membedakan antara lapar dan haus
akhir2 ini saya diberitahu seorang teman (ahli gizi) - ternyata haus itu tidak selalu ditandai dengan keringnya kerongkongan - tetapi bisa juga dalam bentuk yang hampir mirip dengan rasa lapar
kemudian beliau memberikan saran padaku - kalau aku sedang merasa lapar atau haus - dan aku tak dapat membedakannya maka sebaiknya aku meminum air putih dua gelas : bila sampai dengan limabelas menit berlalu aku tetap lapar - itu berarti aku benar2 lapar - tetapi kalau sampai dengan limabelas menit berlalu aku tak lapar - itu berarti aku haus
repot juga ya menjadi orang yang kayak aku - jadi selama ini meskipun lapar aatau haus aku selalu atasi dengan makan sampe kenyang dan setelah itu minum sepuasnya - maka jadilah saya tambah lama tambah gendut - temanku bilang aku ini sudah terkena sindrom obesitas
tetapi sudah satu bulan terakhir ini aku mencoba belajar membedakan antara lapar dan haus - jadilah aku menjadi agak jarang makan dan lebih sering minum - dan hasilnya .......... bajuku bisa tak masukkan celana saat harus kekantor ..... Alhamdulillah - he he he

sesatan amalan semu (7)
ini tentang kualitas dan kuantitas rejeki yang kita peroleh
pada awalnya saya berpikir sebagaimana kebanyakan orang lain - bahwa yang disebut orang kaya itu adalah orang yang hartanya banyak - melimpah - dan menumpuk menggunung ........ TAPI PERCAYA ATAU TIDAK :
akhir2 ini aku telah membuktikan berkali2 - bahwa ternyata kualitas rejeki itu jauh lebih penting daripada kuantitasnya ..........
pernah aku membeli tiga buah sepeda motor - merknya sama - tapi yang dua kubeli dengan uang yang benar2 berkualitas (halalan toyiban + sdh di zakati dan di infaqi) tapi yang satu kubeli dari uang yang kuperoleh secara remang2 (dapat fasilitas saat aku jadi tim sukses pilbub dan cabupnya gak jadi) - ternyata kedua sepeda motorku yang lain lebih awet daripada yang terakhir - bahkan dengan sepeda motor yang terakhir aku sempat jatuh bertabrakan sebanyak tiga kali ............
pernah juga aku studi lanjut dengan uang samar2 (karena dengan kuliah aku tetap ngajar dan dapat honor tapi aku jarang masuk karena harus kuliah di jam yang sama dengan jam ngajar atau aku terlalu sibuk mengerjakan tugas) - wal hasil kuliahku berantakan - tak lulus2 dan akhirnya aku lulus dengan masalah (ijazahku tetap gak bisa tak ambil sampe sekarang karena ada masalah krusial yang mustahil diselesaikan)
kemudian aku studi lanjut lagi dengan uang yang halalan toyiban - hasilnya lebih barokah - aku lulus lebih cepat dari rencana dengan hasil Cum Laude ..................................
baru2 ini aku juga sering bepergian bersama sekelompok teman - dan setiap kali bepergian sering2 juga makan rame2 - awalnya bayarnya gantian - tapi aku sering merasakan ketidaknyamanan di perut setiap kali teman2 yang membayari - bahkan pernah sampai sakit perut berat bila giliran teman2 yang harus bayar - setelah kuamati - ternyata memang ada beberapa teman yang tak ikhlas ketika harus mendapat giliran menjadi juru bayar - tetapi bila yang mendapat giliran menjadi juru bayar ikhlas atau giliranku yang sedang menjadi juru bayar - perutku ternyata aman2 saja - padahal yang kami makan sama persis dan di restoran yang sama juga ............

sesatan amalan semu (8)
ini tentang jabatan yang sama yang diperoleh dengan cara yang berbeda
beberapa tahun terakhir ini aku terpaksa jadi pengamat
mengapa kukatakan terpaksa karena aku begitu dekat dengan mereka dan sering mendengarkan keluhan dan harapan2 mereka setiap kali bertamu ke tempatku
kedua2nya sama pejabat pemerintah
yang satu diperoleh dengan menghalalkan segala cara - beliau benar2 sangat menginginkan jabatan itu - mengumpulkan orang2 yang dijanjikannya imbalan bila dia jadi dalam formasi team sukses - melakukan 'black campaign' dan 'money politic' serta janji dan intimidasi kesana kemari - memang sich akhirnya beliau berhasil menduduki kursi itu - tetapi sepanjang tahun pertama kepemimpinannya banyak sekali masalah yang tak bisa diselesaikannya - beliau justru terlihat lebih kurus dan pucat bagai orang yang kelelahan dan terlalu berat memikul beban hidup .........
sedang yang lain orangnya lebih sederhana - beliau tak pernah sedikitpun menginginkan jabatan itu - bahkan saat beliau benar2 telah menduduki kursi itu - beliau mengucapkan "Inalillahi wa inna ilaihi roji'un" - beliau sendiri tak paham kenapa beliau yang terpilih - padahal selama ini justru beliau selalu mendapatkan kecaman dan fitnah dari semua orang yang menginginkan jabatan itu - maka beliau bersyukur dengan cara memegang amanah itu sebaik-baiknya - dan ajaibnya sepanjang kepemimpinan beliau tak ada masalah yang berarti - bahkan semua masalah yang terjadi selalu dapat diatasi dengan bantuan dari semua pihak yang datang secara tak disangka-sangka - membuat beliau semakin rajin turun ke bawah untuk mendengarkan aspirasi dari semua pihak - terutama dari para fakir miskin, yatim piatu, dan anak2 jalanan

sesatan amalan semu (9)
ini tentang HAM (Hak Azasi Manusia)
sungguh konsep ini adalah konsep yang sengaja digembar-gemborkan ke dunia ketiga dengan tujuan untuk merusak etika dan moral bangsa2 negara yang sedang berkembang
bagaimana tidak - bangsa yang besar adalah bangsa pejuang - bangsa dengan tanggung jawab dan budaya yang tinggi - yaitu sebuah negara yang penduduknya selalu mendahulukan kewajiban daripada menuntut hak
tetapi dengan telah berhasilnya propaganda HAM - sebagian besar penduduk negara2 berkembang telah berubah menjadi orang2 yang tak tahu malu - menuntut hak tanpa memberikan andil tanggung jawab sedikitpun - DEMO - MOGOK KERJA dan lain sebagainya - trus apa bedanya mereka dengan para pengemis dan perampok?
di mana jiwa kepahlawanan yang dulu menjadi kebanggaan bangsaku?
yang lebih menyakitkan lagi adalah bahwa para guru dan dosen ikut2 mogok kerja dan demo demi menunut haknya berupa status pegawai negeri dan kenaikan honornya - SUDAHKAH MEREKA MENDIDIK DENGAN BAIK?
sementara di dunia maju sana - negara2 asal opini HAM diluncurkan - justru sedang giat2nya membangun karakter bangsa dengan mengembangkan pendidikan soft skill dan interpersonal skill - yang dulu adalah merupakan warisan budaya luhur Bangsa Indonesia
jangan heran bila saat ini orang2 bule tampil lebih sopan dari bangsa jawa - jangan heran bila orang2 barat mnenjadi jauh lebih humanis daripada orang2 Indonesia ............
Syukurlah kini Kebudayaan telah dikembalikan dalam kementrian Pendidikan - semoga dasilnya seindah tujuannya

sesatan amalan semu (10)
ini tentang demokrasi yang telah melahirkan reformasi
yang namanya REFORMASI itu mestinya kan melakukan format ulang - tetapi kenyataannya FORMAT yang baru semakin nggak jelas
dulu jelas ada REPELITA - Rencana Pembangunan Lima Tahun - tapi sekarang terombang ambing ditengah isue Globalisasi
dulu jelas ada GBHN - Garis Garis Besar Haluan Negara - sekarang haluannya tak tentu arah - TRIAL and ERROR terus
-----------
Benarkah Demokrasi cocok untuk Bangsa Indonesia? - padahal suara terbanyak itu belum tentu yang benar
Benarkah Pejabat Politik lebih baik daripada Pejabat Karir? - padahal pengalaman itu adalah guru terbaik?
-----------
memang sich Pendidikan Berbasis Kompetensi itu mampu mempercepat kemampuan seseorang untuk menyerap dan menimba pengalaman orang lain - tetapi tetap tak mampu menggantikannya
----------
tetapi menurutku - yang namanya jabatan politis dengan sistem demokratisasinya adalah sangat tidak memadai untuk menggantikan kemampuan seorang pejabat karir
lihat saja di sebagian besar Kabupaten/Kota - yang benar2 memikirkan pembangunan daerahnya adalah Sekretaris Kabupaten/Kota - Bukan Bupati atau Walikotanya
lihat juga di sebagian besar Propinsi - yang benar2 mengabdi untuk kemakmuran rakyatnya adalah Sekretaris Propinsi - Bukan Gubernur atau wakilnya
----------
Yang kulihat para Bupati, Walikota, dan Gubernur pada sibuk memikirkan jabatan keduanya - atau mempromosikan istrinya sebagai penggantinya - disamping mereka juga terlalu sibuk untuk mencari pengembalian modal yang digunakannya untuk kampanye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar