Paradigmalogi (1)
Pada pelatihan profesionalisasi kewirausahaan - aku berikan materi tentang beberapa sikap dasar wirausahawan agar jadi profesional, yaitu : LAYANI PELANGGANMU SEBAIK MUNGKIN - Karena merekalah yang membayarmu
Kemudian mereka kubagi dalam kelompok diskusi - masing2 kuberi tugas untuk memecahkan masalah kewirausahaan ...... trus ada yg nanya : KAMI YG BAYAR kok kami yg disuruh kerja, lha Bapak kerja apa?
Paradigmalogi (2)
Barusan ikut rekreasi kantor yg menggunakan jasa penyelenggara paket wisata - trus ada temen yg komentar gini : REKREASI ntuh tujuannya kan SANTAI - Refreshing : tapi kenyataannya ini malah diperintah2 oleh penyelenggara - suruh bangun pagi - senam - mandi juga disuruh2 katanya klo telat ditinggal - pulangnya larut ma...lam - besoknya gitu lagi ...
ITU namanya lebih PARAH dari KERJA di KANTOR
Paradigmalogi (3)
Bangsa kita ini adalah bengsa yang SANGAT CERDAS - pokoknya pernah lihat sesuatu PASTI BISA membuatnya - atau paling tidak pasti merasa GATAL untuk memodifikasinya - SAYA JAMIN mereka itu sangat "Produktif"
Bahan bakunyapun saya jamin juga sangat MELIMPAH
Tapi ironisnya bangsa kita justru berkembang jadi bangsa yang "konsumtif" - mulai dari bahan makanan, barang elektronik, tekstil, sampe otomotif
Paradigmalogi (4)
TERTAWA memang tak dilarang - tapi tersenyum lebih dianjurkan
meski tersenyum ada yg namanya "tersenyum sinis" atau "tersenyum kecut"
tapi TERTAWA JAUH LEBIH BERBAHAYA
Tertawa adalah representasi dari sebuah kepuasan melihat orang lain sengsara - representasi dari kesombongan - dan representasi dari kepuasan atas tercapainya kehendak nafsu
Herannya di Indonesia justru bisnis ketawa semakin marak
Paradigmalogi (5)
Siswa SD belajar hanya bila ada Pekerjaan Rumah
Siswa SLTP harus belajar meskipun yang dipelajari hanya sebatas buku diktat
Siswa SLTA harus mempelajari literatur yang lebih beragam
Sedang Mahasiswa bukan lagi pelajar - tetapi harus menjadi peneliti - membuktikan semua teori yang pernah diperoleh - menerapkan semua ilmu yang telah dikuasai - dan mengembangakn keilmuan untuk kesejahteraan
paradigmalogi (6)
yg sekolah seharusnya bertambah pintar
yg pintar seharusnya mudah mendapat pekerjaan
yg bekerja seharusnya mendapat uang banyak
jadi yg uangnya banyak seharusnya memberikan beasiswa bagi yg ingin sekolah
agar lebih banyak yg pintar, lebih banyak yg bekerja, dan lebih banyak yg uangnya banyak, serta lebih banyak lagi beasiswa
paradigmalogi (7)
mengetahui itu karena pernah melihat, mendengar, atau merasakan
mengerti itu karena pernah mempelajari
memahami itu karena pernah mengalami, mencoba, atau mempraktekkan
meskipun sudah mengetahui bisa saja lupa kecuali bagi yg pandai
meskipun sudah mengerti bisa saja bingung kecuali bagi yg cerdas
tetapi bila memahami pasti kemudian menjadi pintar
paradigmalogi (8)
biarkan REJEKI mengalir bagai air - dan jangan bairkan menggenang - karena akan menjadi sarang penyakit dan bau tak sedap
biarkan ILMU berhembus bagai angin - karena bila mengendap di tubuh akan mengganggu kerja jantung dan mempercepat kematian
biarkan ANAKmu tumbuh bagai pohon - tugas kita hanya menyirami dan memberiny...a pupuk - jangan halangi dari sinar mentari - dan jangan kaubentuk jadi bonsai
paradigmalogi (9)
menikah itu adalah ibadah - luruskan niat agar tidak ditunggangi nafsu
memang awalnya "mawadah" tetapi akhirnya pasti bergeser ke "rokhmah"
bergeseran dari mawadah ke rokhmah inilah saat-saat ujian berat itu terjadi
sehingga bila niatnya tidak lurus untuk ibadah pasti akan goyah
maka luruskan kembali niat untuk TUHAN - demi ANAK-ANAK dan untuk kerukunan keluarga besar - jangan turuti bisikan NAFSU
paradigmalogi (10)
cinta itu adalah nafsu
maka perlakukanlah cinta sebagaimana kita harus memperlakukan nafsu
sedang nafsu seyogyanya kita berlakukan seperti kita bermain layang-layang
pertama kita harus berlari untuk membuatnya terbang
setelah itu jangan ditarik terus - dia pasti akan turun lagi
tetapi juga jangan diulur terus - diapun juga akan turun lagi
paradigmalogi (11)
hidup ini ibaratkan "Program Multiplayer Game"
TAKDIR itu adalah keterlibatan TUHAN sebagai Analist, Programmer, dan sekaligus Super Adminnya
Sedangkan NASIB tergantung bagaimana kita memainkannya, cepat kalah atau menang terus-menerus
Bila permainan kita berakhir itulah KEMATIAN dan "Game Over" adalah KIAMAT
paradigmalogi (12)
Sebenarnya kedudukan yang paling tinggi dapat diraih tanpa harus menjabat
Justru pada saat memperoleh jabatan - aku sangat takut kedudukanku akan semakin turun
BISMILLAH kan kutatap masa depanku dengan bimbinganMU YA ROBB - Tuntunlah daku agar dapat memuaskan teman-teman yang telah memilihku
Terimakasih juga kepada "Lima Orang" yang tidak memilihku - semoga Allah menuntun mereka untuk segera dapat melihat kebaikanku dan niat baikku ... aamiin
paradigmalogi (13)
Kekuatan iman seseorang itu sangat beragam - selalu berubah-ubah - dan gampang terpengaruh oleh bujukan dan hasutan
Kekutan iman seseorang dpt dibaca dr cara bicara dan pernyataan-pernyataan yg dilontarkannya
Maka pikirkanlah stiap rangkaian kata yg akan terucap - lebih baik sembunyikan jatidirimu dg lebih banyak diam - biarkan siapapun tidak akan bisa menebak seberapa tinggi tingkat keimananmu
paradigmalogi (14)
Tdk perlu smua orang tahu tentang amalanku dan apa niatku - maka dengan demikian aku kan terbebas dari sifat sombong dan pamer (riak)
Tdk perlu aku tahu smua ttg apa yg dipunyai orang lain dan bagaimana cara memperolehnya - dg demikian aku terbebas dari sikap iri dan dengki
Cukup Allah dan aku yg mengetahui semuanya ttg aku - biarkan orang lain cukup merasakan dan menikmati apa2 yg tlah kuamalkan
paradigmalogi (15)
Negaraku tercinta Indonesia lambangnya adalah GARUDA PANCASILA - Sang Rajawali Raksasa yg baik hati
Maka akupun lebih suka terbang sendiri mengintai mangsa - bukan bergerombol sperti burung pipit yg berebut sebulir padi
Biarkan mereka bilang aku EGOIS - tapi kenyataannya merekalah yg SEPTIMIS
Biarkan mereka bilang aku AUTIS - tapi kenyataannya merekalah yg APATIS
Selamat hari Autis Dunia
paradigmalogi (16)
Barusan aku mengambil uang di ATM yg dipintunya tertulis : Mohon tidak pakai helm atau kacamata hitam saat masuk ATM - tapi sesaat kemudian ada teman yang keluar dari ATM sambil tetap pakai helm
Kupikir klo buta huruf nggak mungkin (karena teman dosen) - klo takut kehilangan helm juga nggak mungkin (karena helmnya sangat jelek) apa mungkin temanku itu "autis" ya?
paradigmalogi (17)
Pulang dari ATM aku lihat di depanku ada orang naik motor mepet sekali di belakang angkot - dan begitu ada penumpang angkotnya langsung mengerem dan agak berbelok menepi - saat itu juga di sepan mataku motornya menabrak angkot trus pengendaranya marah-marah : sebenarnya yg "autis" siapa ya - penumpangnya, sopir angkotnya, atau pengendara motornya?
paradigmalogi (18)
Tampilan fisik manusia - bisa direkayasa - hidung bisa dimancungkan dan kulit bisa diputihkan
Harta benda - bisa dimanipulasi - mungkin gemerlap tapi bisa saja barang hutangan atau hasil korupsi
Pertemanan - bisa saja bersandiwara bagai serigala berbulu domba
Maka jangan kagum/Iri atas dasar ketiganya - percayalah bahwa apa yg ada pada kitalah yg terbaik
paradigmalogi (19)
Sama-sama membawa pisau
Bila niatnya untuk membunuh orang - wajahnya kan terlihat geram - hatinyapun pasti panas penuh dendam
Tapi bila niatnya akan memasak di dapur - wajahnya kan terhiasi senyum - hatinyapun damai penuh harapan
Sungguh - semua AMAL itu sangat tergantung pada NIATnya
paradigmalogi (20)
ibarat mencuci mobil pake air keruh
ibarat menyapu lantai tapi sapunya kotor
ibarat membersihkan virus komputer tapi anti virusnya sudah kena virus
maka fenomena KORUPSI, NARKOBA, PORNOGRAFI dan TERORIS tak kan pernah slesai
LEBIH BAIK kita bikin sistem operasi sendiri, bikin aplikasi sendiri, dan membentuk jaringan sendiri
paradig,alogi (21)
ibaratkan mau dikasih makan piring yg disodorkan masih kotor
ibaratkan mau dikasih minum gelas yag di acungkan masih berdebu
ibaratkan mau dipakaikan baju bagus tapi tubuhnya masih dekil
yang mau ngasih pasti berpikir dua kali untuk menundanya - bisa saja karena dianggap belum siap menerima
Demikian Juga DOA dan PEMINTAAN Kita
paradigmalogi (22)
Bagaikan KATAK yg tak mampu mengatasi carut-marut dunia akibat keserakahan manusia - sebaiknya kembali aja ke DALAM TEMPURUNG - biar terbelenggu tetapi steril
Sedang di luaran sudah terlalu banyak mawar yang berduri : SEMAKIN CANTIK SEMAKIN BERBAHAYA - terlalu banyak MADU dan RACUN : yang keduanya semakin sulit dibedakan
MATA HATI jadi jauh lebih penting
paradigmalogi (23)
cinta itu GIVEN - kayak hidung - kayak logika - kayak jempol kaki
semua orang pasti diberi dan pasti punya - kecuali yg sedang mendapat ujian
jadi nggak perlu dibangga-banggakan
nggak perlu diomong-omongkan
nggak perlu dipamer-pamerkan
apalagi direkayasa
biarakan apa adanya - syukuri aja - dan nikmati indahnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar