nakalkuketikakubalita (1)
Jaman dulu klo memasak di dapur tempatnya di bawah - di rumahku setiap hari para juru masak pada menanak nasi dan sayur sangat banyak untuk konsumsinya para penggarap sawah - setelah matang biasanya ditaruh begitu saja di atas tanah ......
Dan pada suatu hari - katanya aku pernah mengencingi nasi dan sayur yang baru saja matang .... wal hasil hari itu mereka harus memasak ulang
nakalkuketikakubalita (2)
jaman dulu - di depan rumah pasti terlihat ada kandang ayam yang terbuat dari bambu - tidak terkecuali di depan rumahku
Sementara para juru masak dan penggarap sawah sering mengajak dan meninggalkan anak2nya di rumahku dan menjadi teman sepermainanku
Konon katanya aku pernah memasukkan teman-temanku tersebut ke dalam kandang ayam seharian - serta kuberi makan layaknya orang ngasih makan ayam
nakalkuketikakubalita (3)
Jaman dulu bila ada acara resepsi pernikahan anak2 kecil banyak yang diajak serta - dan sistem penyajiannyapun tidak prasmanan seperti jaman sekarang
Di suatu acara resepsi pernikahan - aku menangis keras2 nggak mau di ajak pulang gara2 aku disuapi makannya belum kenyang dan aku minta nambah tapi tidak kunjung dikasih lagi
Untung tuan rumahnya baik hati ... tapi ibuku malu bukan kepalang
nakalkuketikakubalita (4)
Almarhum kakekku adalah seorang perokok - beliau pandai sekali membentuk lingkaran2 di udara menggunakan asap rokoknya
Konon katanya setiap kali kami sekeluarga berkunjung ke rumah kakek - aku selalu meminta kakekku merokok terus menrus sambung menyambung sampai semua rokoknya habis hanya agar aku dapat menikmati lingkaran2 asap rokok di udara
Maafkan aku ya kek
nakalkuketikakubalita (5)
Rumah kakekku untuk ukuran jaman dulu adalah sangat besar sekali - pintunya banyak - meski ada juru kunci tapi untuk pintu2 tertentu kuncinya di bawa sendiri oleh nenekku dalam satu bundel.
Suatu pagi ketika nenekku sholat subuh sendirian - katanya pernah bundelan kunci tersebut kugantungkan di belakang mukenanya - sehingga selalu bunyi gemerincing setiap kali melakukan gerakan sholat
nakalkuketikakubalita (6)
dulu aku punya teman sepermainan yang suka merebut jajanan apa saja yang sedang aku makan - anaknya memang berperawakan jauh lebih besar dariku - jadi aku selalu tak berkutik - tapi waktu itu aku tidak kekurangan akal - suatu hari aku pura2 makan kue di depan dia (padahal di dalamnya sudah kuselipi lombok kecil dua biji) - sesuai rencana dia merebutnya dan memakannya, lalu menangis kepedesan
nakalkuketikakubalita (7)
setelah bisa jalan - setiap sore setelah mandi - aku selalu berpakaian rapi dan bersepatu kemudian jalan ke rumah tetangga2 dekat yang ada mbak2 cantiknya - aku tak akan beranjak pergi sebelum di cium pipi kanan dan kiri oleh mereka - demikian seterusnya sampai bedak dipipiku hilang terhapus ... tapi klo yg cium lelaki aku langsung muntah2 di tempat
nakalkuketikakubalita (8)
nggak tahu darimana asalnya - mungkin karena terlalu dimanja - akhirnya aku pernah menjadi anak yang sangat serakah
setiap makanan - apapun itu - kalau aku belum kenyang atau belum bosan maka tak boleh satupun orang lain yang memakannya
bahkan kalau ada orang yang menyentuhnya saja aku pasti menangis dan nagmbeg seharian
sampai pernah suatu kali orang serumah pada kelaparan hanya karena aku
nakalkuketikakubalita (9)
entah bagaimana caranya Bapak Ibuku mendidikku - dari serakah akhirnya aku menjadi orang sederhana sampe sekarang
dari kecil aku merasa berbahagia bila bisa makan bersama2 dengan orang banyak
sampai2 aku nggak mau makan kalau belum yakin semua orang disekitarku sudah makan semua
sehingga Orang tuaku harus sering mengundang teman2 spermainanku untuk makan bersama agar aku mau makan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar