Kamis, 22 Desember 2011

terimalah tetesan airmataku

terimalah tetesan airmataku (1)
tatkala aku sedang menikmati macetnya jalan karena banjir - sekilas kutatap seorang ibu yg sedang menggendong anak balitanya - mereka berdua terciprati genangan air yang diterjang sebuah mobil mewah
aku bukan menangisi yang itu
tapi justru aku menangis saat sang ibu memotivasi anaknya untuk tetap tertawa dan gembira setiap kali terkena cipratan air .....
(Ya Alloh Kumohon Limpahkanlah Salam, Rahmat sertra Ridlomu untuk kedua Ibu dan anak dipinggir jalan itu ... aamiin)

terimalah tetesan airmataku (2)
pada sebuah perjamuan - semua teman pada gembira dan tertawa terbahak2 - terutama saat ada grup lawak yang menghibur kami
tetapi disitu justru saya hanya bengong dan kemudian menangis - karena mataku tertuju pada salah seorang anggota grup lawak yg selalu dijadikan bulan2an baik secara kata2 maupun seara fisik - kemudian aku berfikir ... bukankah dia menerima perlakuan yg tidak nyaman hanyalah semata2 karena tetap berusaha mencarikan nafkah untuk anak dan istrinya
(Ya Alloh kumohon barokahkanlah rejekinya, terimalah kesengsaraannya sebagai sodakoh untuk para penontonnya, sehatkan selalu dia, buatlah istrinya menjadi wanita sholehah, dan buatlah anak2nya menjadi anak2 sholeh yg selalu mendoakan orang tuanya ... aamiin)

terimalah tetesan airmataku (3)
aku punya teman seorang pejabat tinggi - kami sering bekerja bersama - dia itu orangnya begitu tekun - bekerja tak kenal waktu - dan selalu memikirkan dan memperjuangkan kesejahteraan orang banyak
suatu saat aku melihat dia berhadapan dengan sekerumunan anak2 yang sedang demo - mengolok-olok dia - menuntut dia untuk mundur - bahkan ada yang melemparinya dengan telur busuk
yang membuat aku menangis adalah dia tetap mengahadapinya dengan senyum dan santun - padahal aku yang hanya temannya saja rasanya tak kuasa menahan marah - karena kutahu temankulah yang selalu memperjuangkan nasib para pendemo itu
(Ya Alloh catatlah kepemimpinan amanah temanku dengan pahala yang melimpah - dan maafkanlah para pendemonya - karena sebenarnya mereka tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan .... aamiin)

terimalah tetesan airmataku (4)

jum'atan tadi ketemu lagi dg orang itu - yaitu Bapak Penjual Arumanis yang telah membuatku menangis - kuhampiri beliau dan kucium tangannya
beberapa hari yang lalu - ketika di depan masjid dekat rumahku - beliau sempat menunda keinginan beberapa anak kecil yang mau membeli arumanis gara2 saat itu terdengar adzan sholat ashar - beliau berpamitan pada anak2 untuk menunaikan sholat terlebih dahulu - dan meminta anak2 untuk menunggukan dagangannya selama beliau sholat
yang membuatku meneteskan airmata adalah karena aku MALU pada ALLOH - karena setiap kali mendengar adzan saat aku mengajar - paling2 aku cuman berhenti sesaat dan melanjutkan ngajar kembali setelah adzan berakhir
(Ya Alloh - kumohon maafkanlah imanku yang jalah dengan Bapak Penjual Arumanis - ENGKAU telah limpahkan padaku kenikmatan yang jauh lebih banyak - tapi aku tak segera memnuhi panggilanMU sebagaimana Bapak Penjual Arumanis .... Kumohon Bukalah kesadaranku dan bersihkanlah hatiku agar mampu istikomah seperti Bapak Penjual Arumanis .... aamiin)

terimalah tetesan airmataku (5)
ketemu dengan salah seorang alumni di suatu perjamuan
dia mendekatiku dan bertanya : Bapak masih ingat saya?
aku jadi serba salah karena tak ingat sedikitpun lelaki di depanku - dia berambut putih tapi perlente - dia selalu diikuti oleh beberapa orang yang kelihatannya seperti sopir, ajudan, atau sekprinya
kemudian dia menyahut : nggak apa2 Pak - saya maklum kok kalau Bapak nggak ingat saya - karena saya kelihatan lebih tua dari Bapak - meskipun dulu saya adalah salah satu mahasiswa yang mengagumi Bapak - bahkan anak pertama saya sengaja saya namakan Deddy pak ... biar pinter dan baik hati kayak Bapak - anak saya itu sekarang sudah semester akhir di Kedokteran UI pak
Setelah itu aku pura2 ke toilet - dan menangis sendirian di sana
(Ya Alloh kumohon kuatkanlah aku dari sanjungan dan jauhkanlah aku dari kesombongan yang mulai merayap di otakku - Aku malu pada kekurangan yang masih melekat di kelakuan dan karakterku - dan kumohon bantulah aku untuk benar2 mempunyai kebaikan2 sebagaimana yang mereka harapkan dariku .... aamiin)

terimalah tetesan airmataku (6)
untuk menangisku yang terjadi di tahun ajaran baru kemarin - aku benar2 tak tahu aku sedang bersedih atau karena gembira
saat itu salah satu anakku ada yang mulai masuk perguruan tinggi - uang persediaan kami telah habis untuk membayar uang gedung dan berbagai syarat pendaftaran yang lain - sampai2 kami (aku dan istriku) mulai kebingungan untuk mencari alternatif tambahan kebutuhan uang untuk keperluan anakku sebagai mahasiswa baru
padahal aku dan istriku sudah sepakat kalau anak2 jangan sampai tahu kalau kami kesulitan keuangan
tapi seolah2 anak2ku pada mengerti dan Alhamdulillah tidak menuntut banyak - sepatu cukup dapat bekas dari Omnya - tas dapat memakai bekas kakaknya - beberapa baju untuk kuliah malah dengan senang hati mau memakai baju2ku yang agak tidak kebesaran baginya
(Ya Alloh - terimakasih ENGKAU telah anugerahkan untuk kami anak2 yang TAWADLU' dan pandai bersyukur .... kumohon catatlah mereka sebagai anak2 yang sholeh yang selalu mengingatMU dimanapun mereka berada .... aamiin)

terimalah tetesan airmataku (7)
untuk kali ini biarkanlah aku menangis agak lama
tatkala kulihat ada sebuah masjid dijual dengan harga satu juta per meter persegi - di kawasan Junrejo Kota Batu ada sebuah bangunan masjid yang berdiri atas hibah yang telah diberikan seorang kakek beberapa tahun yang lalu - sedang sekarang para cucunya pada menggugat dan saling memperebutkannya sebagai warisan?
(Ya Alloh maafkanlah aku yang tak mampu menebus RUMAHMU karena harga itu cukup besar buatku dan keluargaku - tetapi aku tak tega melihat papan pengumuman yang bertuliskan Penjualan terhadap RumahMU - kumohon kuatkanlah Imanku dan Iman teman2 yang melihat pengumuman itu - kumohon tetap Terimalah Hibah Sang Kakek sebagai Amal Jariyah - dan kumohon sadarkanlah para anak cucunya agar tak lagi mempersengketakannya ... aamiin)

terimalah tetesan airmataku (8)
menangis karena tak mampu berbuat banyak kecuali hanya berdoa adalah situasi yang sangat menyakitkan
bagaimana tidak - ISLAM agamaku telah dilecehkan dimana-mana tempat - bahkan oleh orang2 Islam sendiri
ada wanita berjilbab yang berpacaran di pinggir2 jalan dan di atas sepeda motor
ada lelaki yang meminta sumbangan dari rumah kerumah atas nama yayasan yatim piatu tetapi uangnya kemudian mereka bagi2 sendiri diantara mereka
ada organisasi sosial dan organisasi politik yang bermerk islami tetapi justru menjadi sarang koruptor dan oknum2 yang berbuat maksiat
(Ya Alloh - kumohon berikanlah aku keberanian untuk selalu menegor mereka dengan kata2 - dan kumohon berilah daku kekuatan untuk meluruskan mereka dengan tanganku ... aamiin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar