BBM Solusindo (1)
Saya berpendapat bahwa Subsidi terhadap barang itu kurang tepat sasaran - karena yang disantuni itu mestinya kan ralyat miskin dan anak terlantar
sebagai tindakan transisional - saya sepakat kalau diterapkan pembatasan subsidi yang melekat pada e-KTP (sidik jari)
sehingga semua orang punya jatah yang merata - selanjutnya terserah pada masing2 penerima subsidi - mau dipakai sendiri silahkan - mau dijual juga silahkan - sedang yang pemakainnya melebihi jatah - sipersilahkan membeli BBM non subsidi
dengan demikian kendaraan umum-pun bisa menggunakan jatah yang dipunyai oleh para penumpangnya - nelayanpun dapat memanfaatnkan jatah subsidinya masing2
Saya berpendapat bahwa Subsidi terhadap barang itu kurang tepat sasaran - karena yang disantuni itu mestinya kan ralyat miskin dan anak terlantar
sebagai tindakan transisional - saya sepakat kalau diterapkan pembatasan subsidi yang melekat pada e-KTP (sidik jari)
sehingga semua orang punya jatah yang merata - selanjutnya terserah pada masing2 penerima subsidi - mau dipakai sendiri silahkan - mau dijual juga silahkan - sedang yang pemakainnya melebihi jatah - sipersilahkan membeli BBM non subsidi
dengan demikian kendaraan umum-pun bisa menggunakan jatah yang dipunyai oleh para penumpangnya - nelayanpun dapat memanfaatnkan jatah subsidinya masing2
BBM Solusindo (2)
Indonesia itu sebenarnya tak perlu risau dengan BBM
pertama - kita bisa segera beralih ke Bahan Bakar Gas
kedua - kita bisa beralih pelan2 ke Energi Listrik - betapa banyaknya peluang alternatif pembangkit tenaga listrik : dari angin, dari pasang surut, dari matahari, disamping tenaga air dan panas bumi
ketiga - belum terlambat rasanya bila mulai dikembangkan juga alternatif energi terbarukan yang berbasis bio : biogas, bioetanol dll
BBM Solusindo (3)
Kalau memang sebagian besar orang yang mengkonsumsi BBM itu adalah orang yang mempunyai kendaraan bermotor - bukankah itu berarti yang disubsidi adalah golongan ekonomi menengah ke atas? yaitu orang2 yang mempunyai mobil dan motor
sementara sopir angkot, sopir biskota, sopir pribadi, dan para nelayan, kemungkinan untuk ikut merasakan model subsidi yang seperti sekarang ini adalah sangat kecil
sedangkan rakyat kecil yang selama ini namanya selalu dicatut - yang namanya disebnut2 akan diperjuangkan sampai dengan harus demo dan rapat dewan yang alot - ternyata hanya sebagian kecil saja yang ikut menikmati subsidi BBM
-----------
dan perlu anda ketahui - bahwa bila model subsidi terhadap barang seperti sekarang ini berlanjut, yang paling diuntungkan adalah para pedagang di pasar gelap - pedagang spanyolan yang membeli BBM bersubsidi untuk dijual ke laur negeri ...........
BBM Solusindo (4)
bila sebagian besar orang Indonesia tak menyadari kalau yang disubsidi selama ini adalah golongan ekonomi menengah ke atas - silahkan terapkan sistem pencatatan data para penerima subsidi BBM
------
catat nama dan nomor kendaraan pribadi orang2 yang membeli BBM bersubsidi di setiap SPBU - kemudian tayangakan nama2 dan nomor kendaraan mereka pada text berjalan di setiap stasiun televisi di seluruh Indonesia - lengkap dengan jumlah subsidi yang mereka terima saat itu
kemudian secara periodik direkap dan diterbitkan di semua media cetak di seluruh Indonesia ....... biar orang2 kaya sadar kalau mereka ternyata mendapat subsidi BBM ..... dan biar orang miskinpun juga tahu kalau mereka selama ini ternyata tak ikut menikmati subsidi BBM
BBM Solusindo (5)
Jakarta (ANTARA News) - PT. LEN Industri (Persero) segera merealisasikan pembangunan industri sel surya di Karawang, Jawa Barat, kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kardaya Warnika.
"Pabrik untuk membuat solar cell itu akan segera berproduksi, diperkirakan akhir tahun depan atau akhir 2013 sudah aktif," katanya di sela-sela seminar di gedung Lembaga Pertahanan Nasional Jakarta, Selasa.
Kardaya mengatakan selama ini Indonesia masih harus membeli sel surya dari China atau negara lainnya karena belum bisa memproduksi sendiri.
"BPPT sudah punya teknologinya, tinggal dikembangkan saja, pokoknya semua kemampuan nasional dikumpulkan lah, masa kita tidak bisa bikin sendiri," katanya.
Rencananya, kata dia, produksi sel surya dalam negeri tidak hanya dipasarkan ke pemilik/pengelola gedung bertingkat namun juga untuk pembangkit listrik dan perumahan yang tidak terjangkau jaringan listrik.(M048)
BBM Solusindo (6)
Wilson telah sukses menggandeng investor dari Amerika Serikat untuk menciptakan pabrik sel surya generasi kedua di Indonesia.
Menurut Wilson, harga sel surya generasi kedua mencapai 1 dollar AS per watt, sedangkan sel surya generasi pertama kini masih bertengger dengan harga 4-5 dollar AS per watt.
--------
Berdasarkan penghitungan suplai energinya, bisa mencapai harga Rp 400 per kilowattjam. Ini cukup kompetitif jika dibandingkan dengan harga listrik PLN yang sekarang masih sekitar Rp 650 per kilowattjam.
Sel surya generasi kedua sering disebut teknologi nanosilikon,” tutur Kepala Laboratorium Semikonduktor dan Listrik Tenaga Surya pada Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, Rabu (4/6).
Sel surya generasi pertama menggunakan silikon setebal 200 mikron meter (µm), sedangkan sel surya generasi kedua dengan silikon 1 µm. Ukuran ini sama dengan 0,000001 (sepersejuta) meter.
”Gas silikon dapat diperoleh di banyak lokasi pertambangan batu bara di Indonesia. Jadi, bahannya sangat berlimpah,” kata Wilson yang meraih gelar doktor dari Tokyo Institute of Technology, Jepang, pada 1994. Tahun 1992 dia meraih gelar S-2 di tempat yang sama setelah tahun 1988 lulus dari ITB.
Menurut dia, kecilnya biaya produksi sel surya generasi kedua dengan menurunkan komponen silikon sudah tahan uji.
Semoga Paten dari hasil penelitiannya mampu merangsang kegiatan komersialisasinya.
BBM Solusindo (7)
Sel surya dari industri dalam negeri yang sedang dirancang justru sudah dipesan pembeli dari luar negeri.
-------
Pemesanan sebesar 10 megawatt (MW) datang dari Spanyol dan harus bisa dipenuhi Mei 2009. Sementara itu, pemesanan dari konsumen dalam negeri sama sekali belum ada, padahal kapasitas produksinya 90 MW per tahun.
Wilson ketika dihubungi Kompas dari Jakarta, Kamis (9/10), mengatakan, lokasi industri sel surya yang masih tahap persiapan itu berada di Cikarang, Jawa Barat, dengan nama perusahaan Nano-PV. Jenis sel surya yang akan diproduksi berupa sel surya generasi kedua, yaitu sel surya thin film (lapisan tipis) dari hasil temuan Wilson yang kini sudah dipatenkan.
"Teknologi yang saya temukan itu nanti akan digabungkan dengan teknologi dari Amerika Serikat," kata Wilson.
Harga komersial sel surya yang diharapkan, menurut Wilson, bisa mencapai 0,8-0,9 dollar AS per watt. "Harga demikian akan menjadikan sel surya Nano-PV menjadi yang termurah di dunia," kata Wilson.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar